Hasil penemuan ini dikeluarkan setelah tim peneliti dari University of Navarra di Spanyol menganalisa partisipan yang terdiri dari 522 pria dan wanita. Para partisipan berumur 55-80 tahun tanpa penyakit jantun. Namun, mereka masih berisiko tinggi terkena diabetes tipe dua atau kombinasi keduanya. Karena faktor tekanan darah tinggi, kolesterol, obesitas, sejarah keluarga, dan frekuensi merokok.
Partisipan studi yang mengambil bagian dalam percobaan untuk mencari cara terbaik memerangi penyakit jantung. Satu grup memilih penambahan minyak zaitun atau kacang-kacangan yang masuk dalam Diet Mediterania ke dalam konsumsi makanan sehari -hari. Grup lainnya, mengikuti diet rendah lemak yang banyak direkomendasikan untuk mencegah stroke dan penyakit jantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dalam Huffington Post (22/05/2013) penulis mengakui jumlah sampel mereka tidak terlalu besar . Hasil ini mungkin tidak bisa diaplikasikan pada populasi umum karena grup studi ini mempunyai risiko tinggi penyakit jantung. Tapi, mereka menyatakan hasil penemuan ini bisa mendukung bukti diet tertentu bisa melindungi fungsi kognitif pada otak yang sudah menua.
Diet Mediterania ternyata tidak hanya sebatas mengkonsumsi banyak buah dan sayuran, beberapa asupan protein hewani juga boleh dikonsumsi. Untuk menerapkan diet mediterania, ada aturan konsumsi makanan pokok dan frekuensi konsumsinya.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN