Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan

Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Selasa, 21 Mei 2013 14:39 WIB
Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kehamilan yang didambakan tiap pasangan tidak selalu mudah terwujud. Sistem reproduksi yang bermasalah hingga produksi insulin meningkat bisa jadi penghambatnya. Namun, beberapa makanan bernutrisi bisa membantu memberi asupan nutrisi penting.

Masa-masa kehamilan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Beberapa kondisi tubuh bisa jadi penghambatnya. Berikut lima jenis makanan yang bisa memicu Anda untuk mudah hamil.

1. Kacang

Foto: Thinkstock
Para tim peneliti dari Harvard School of Public Health melihat hampir sekitar 19.000 perawat rumah sakit yang berusaha untuk cepat hamil. Sekitar 39 persen perawat ini banyak mengonsumsi protein hewani dan mengalami infertilisasi. Sedangkan mereka yang rutin makan protein nabati cenderung memiliki kesempatan besar untuk hamil.

2. Es krim

Foto: Thinkstock
Es krim yang mengandung banyak lemak sering kali dihindari. Sebenarnya kandungan lemak pada es krim ini dapat mencegah infertilitas. Pasalnya kandungan lemak yang rendah pada susu dapat membuat perubahan keseimbangan hormon seks dan menghambat ovulasi yang menyebabkan infertilitas.

3. Sayuran berdaun hijau

Foto: Thinkstock
Bayam, brokoli, kangkung dan sayuran hijau lainnya mengandung asam folat dan vitamin B yang cukup banyak. Pada beberapa penelitian penunjukkan bahwa nutrisi ini dapat membantu meningkatkan ovulasi atau masa subur. Juga meningkatkan produksi sperma.

4. Roti gandum

Foto: Thinkstock
Konsumsi karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Meskipun begitu makanan ini dapat membantu menjaga gula darah agar produksi insulin stabil. Jika produksi insulin stabil, hormon reproduksi bisa terjaga dan lebih sehat, agar terhindari dari masalah infertilitas.

5. Minyak zaitun

Foto: Thinkstock
Minyak yang mengandung lemak tak jenuh tunggal ini akan membantu meningkatkan sensitivitas indulin dan mengurangi peradangan pada ovulasi juga perkembangan embrio.
Halaman 2 dari 6
(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads