Rutin Sarapan Porsi Kecil Membuat Diet Lebih Sukses

Rutin Sarapan Porsi Kecil Membuat Diet Lebih Sukses

Flora Febrianindya - detikFood
Senin, 13 Mei 2013 09:41 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sarapan selalu dianjurkan sebelum mulai menjalani aktivitas padat seharian. Porsi sarapan juga sangat menunjang keberhasilan diet. Menurut penelitian, orang yang mulai megurangi porsi sarapan bisa lebih berhasil diet dibanding mereka yang sarapan dalam porsi besar.

Banyak orang membayar rasa laparnya dengan makan lebih banyak saat makan siang. Ada juga yang memilih sarapan dengan porsi lebih agar perut tak kelaparan hingga makan siang. Para peneliti di Cambridge, Inggris punya pendapat lain. Menurut mereka, mengurangi porsi sarapan justru bisa lebih ampuh bantu turunkan berat badan.

Kesimpulan tersebut didapat para peneliti di pusat nutrisi Medical Research Council di Cambridge yang meneliti 33 pria dan wanita. Semuanya sama-sama mengalami obesitas, dan diteliti bagaimana kecenderungannya dalam 3 kali sarapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menu dan porsi sarapan yang diberikan berbeda-beda. Yang pertama diberi menu 700 kalori, kemudian hari selanjutnya porsinya dikurangi 20 persen. Kemudian sarapan ketiga hanya sekitar 350 kalori saja.

Rupanya, meski diberi porsi berbeda, namun rupanya 33 orang ini tetap memiliki porsi makan yang sama saat makan siang. Dengan mengurangi porsi sarapan, mereka bisa mengurangi asupan 270 kalori perhari.

"Disimpulkan jika pengurangan sedikit porsi bisa menjadi strategi jitu untuk mengontrol berat badan. Jangan dulu pesimis akan perubahan kecil," ungkap peneliti Susan Jebb dalam Daily Mail (12/05/2013). Menurut Jebb, jika pola makan ini dibiasakan, bisa membawa perubahan yang baik bagi tubuh.

Hasil penelitian Jebb dan timnya ini juga disosialisasikan dalam acara World Cancer Research Fund. Salah satu poin dalam kampanye ini agar masyarakat bisa mengurangi asupan 100 kalori perhari untuk menurunkan resiko akan penyakit kanker. Pasalnya, obesitas menjadi salah satu pemicu akan timbulnya 7 jenis kanker.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads