Seperti dilansir dari Daily Mail (08/05/2013), para peneliti dari Florida State University College of Medicine meneliti data 1.900 warga Baltimore pada awal dan akhir periode selama satu dekade.
Mereka menemukan, peserta yang berat badannya bertambah setidaknya 10 % akan menjadi lebih impulsif dan lemah dalam menghadapi godaan makanan tidak sehat. Dibandingkan dengan orang yang berat badannya stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecenderungan ini dicurigai sebagai hasil dari respon negatif yang didapat dari lingkungan keluarga, teman, atau kerabat pada perubahan penampilan tubuh mereka.
Angelina Sutin, pemimpin penelitian bersama dengan tim dari National Institutes of Health menganalisis informasi dari dua studi longitudinal berskala besar yang melibatkan orang-orang dari segala usia dan tingkat sosial ekonomi.
Dalam penelitian, berat badan peserta diukur pada dua waktu yang berbeda. Para peserta juga melaporkan berat badan mereka dalam pertemuan lanjutan. Saat itu pula, kepribadian para peserta juga dinilai dokter.
Menurut Sutin, penilaian kepribadian peserta dilakukan untuk mengetahui apakah fluktuasi yang signifikan pada berat badan berhubungan dengan perubahan kepribadian inti. Hasilnya, terdapat hubungan yang erat antara faktor fisiologi seseorang dengan keadaan psikologisnya.
Β βJika pikiran dan tubuh saling terkait, maka jika salah satu berubah, yang lain akan berubah juga. Itulah yang kami temukan,β ujar Sutin.
Para peneliti menyimpulkan, orang yang berat badannya bertambah memiliki risiko tinggi untuk terus mengalami peningkatan berat badan melalui perubahan dalam kepribadian mereka. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Association for Psychological Science.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN