Dalam studi ini, tim peneliti melibatkan 31 orang sehat berumur 18-65 tahun dengan jam tidur normal dan tanpa kondisi sleep apnea, gangguan tidur dengan ciri jeda napas yang tidak teratur saat tidur. Semua partispan menghabiskan empat malam berturut-turut dalam sleep lab.
Pada hari keempat, tingkat kantuk dinilai dengan Multiple Sleep Latency Test (MSLT) dan makanan disediakan lima hari sekali untuk menilai asupan pola makan. Hasil penemuan ini tidak terpengaruh jenis kelamin, umur, berat badan, total jam tidur dan asupan kalori seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βMeningkatkan konsumsi lemak menimbulkan efek negatif terhadap tingkat fokus orang dewasa yang sehat dan tidak obesitas,β tutur kepala peneliti Alexandros Vgontzas, MD, selaku professor psikiatri di Penn State College of Medicine dalam website American Academy of Sleep Medicine (08/05/2013).
Tingkat kantuk berlebihan dan kelelahan saat siang saat ini banyak ditemui dan semakin meningkat tiap tahun. Tim peneliti menyatakan diet yang tinggi kandungan lemak menurunkan fokus secara drastis dan hal ini bisa berdampak pada kemampuan individual.
Ringkasan penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal SLEEP. Pada bulan depan, hasil penemuan ini akan dipresentasikan di Associated Professional Sleep Societies LLC 2013 pada hari Selasa (04/06/2013) di Baltimore, Amerika Serikat.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN