Penelitian sebelumnya menunjukkan kandungan anthocyanins, pigmen yang memberikan warna merah pada buah mengaktifkan PPAR (peroxisome proliferator activating receptors) dalam jaringan tubuh. PPAR mengatur metabolisme glukosa, lemak dan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.
Ada beberapa obat pemicu PPAR, salah satunya adalah Actos (pioglitazone) yang berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes pada orang dengan sindrom metabolisme. Tapi, menurut FDA konsumsi obat-obatan ini harus dibatasi karena konsumsi jangka panjang bisa meningkatkan risiko stroke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti membandingkan efek tart cherry dan obat Actos pada tikus yang rentan terserang stroke dengan mengukur tekanan darah sistolik, daya gerak, keseimbangan, koordinasi yang semuanya bisa menunjukkan efek setelah stroke. Tikus-tikus tersebut ditempatkan di beberapa tes fisik seperti berjalan di balok miring dan memanjat tangga.
Hasil penemuan yang dipresentasikan pada Selasa (23/04/2013) di pertemuan the Experimental Biology 2013 di Boston, Amerika Serikat menemukan dibandingkan konsumsi Actos, konsumsi tart cherry meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan menurunkan tekanan darah secara signifikan. Tapi, tikus yang mengkonsumsi kombinasi obat dan cherry lebih terlihat efek baiknya.
βPenelitian ini merupakan yang pertama menghubungkan cherry dengan gejala stroke. Hal ini menjadi fondasi dasar untuk meneliti lebih jauh manfaat baik pencegahan penyakit yang berhubungan dengan jantung menggunakan diet kaya anthocyanin,β tutur Steven Bolling, M.D., selaku dokter bedah jantung University of Michigan.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN