Konsumsi Telur Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Konsumsi Telur Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

- detikFood
Jumat, 26 Apr 2013 11:51 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi telur sangat baik untuk mempertajam daya ingat karena kandungan choline di dalamnya. Sebuah penelitian terbaru menyatakan konsumsi telur bisa mendorong perkembangan bakteria dalam usus sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Dua minggu lalu, tim peneliti melaporkan bahwa kandungan carnitine, kandungan yang ditemukan dalam daging merah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena aktivitas bakteria dalam usus. Kali ini mereka melaporkan hal yang sama terhadap kandungan lecithin yang ada dalam kuning telur.

β€œPenyakit jantung kemungkinan besar melibatkan mikroba yang ada dalam perut,” tutur Dr. Stanley Hazen selaku kepala peneliti studi sekaligus ketua departemen Cellular and Molecular Medicine di Cleveland Clinic Lerner Research Institute kepada New York Times (26/04/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kasus telur ini, rentetan kejadian dimulai dari saat tubuh mencerna lecithin, memecahkannya menjadi bagian-bagian pokok, termasuk kandungan choline. Bakteria dalam usus memetabolasi choline dan melepaskan kandungan yang dikonversikan oleh hati menjadi TMAO, trimethylamine N-oxide. Tingkat TMAO yang tinggi dalam darah dihubungkan ke peningkatan risiko sakit jantung dan stroke.

Untuk melihat efek konsumsi telur tehadap TMAO, DR. Hazen meminta partisipan mengonsumsi dua telur rebus. Hasil menunjukkan kadar TMAO dalam darah semakin meningkat, tapi jika mereka mengonsumsi antibiotik untuk mengeluarkan bakteria usus lebih dulu, konsumsi telur tidak berpengaruh.

Hubungan antara kadar TMAO dengan penyakit jantung dibuktikan dengan meneliti 4.000 orang yang berkunjung ke the Cleveland Clinic. Semakin tinggi kadar TMAO, kecenderungan untuk terkena serangan jantung dan stroke lebih tinggi dalam tiga tahun berikutnya.

Walaupun begitu, hasil penemuan ini tidak secara secara langsung membuktikan menurunkan TMAO bisa melindungi dari penyakit jantung. Peneliti mengakui hal itu baru bisa dibuktikan oleh studi lebih besar dengan partisipan yang menurunkan tingkat TMAO mereka dengan cara diet vegan atau diet kaya serat.

Dr. Hazen menambahkan untuk orang yang khawatir dengan risiko pemyakit jantung, sebaiknya mempertimbangkan untuk mengurangi lecithin dan choline dalam makanan. Caranya dengan mengurangi konsumsi makanan kaya lemak, kolesterol, dan menghindari suplemen mengandung choline.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads