Dua minggu lalu, tim peneliti melaporkan bahwa kandungan carnitine, kandungan yang ditemukan dalam daging merah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena aktivitas bakteria dalam usus. Kali ini mereka melaporkan hal yang sama terhadap kandungan lecithin yang ada dalam kuning telur.
βPenyakit jantung kemungkinan besar melibatkan mikroba yang ada dalam perut,β tutur Dr. Stanley Hazen selaku kepala peneliti studi sekaligus ketua departemen Cellular and Molecular Medicine di Cleveland Clinic Lerner Research Institute kepada New York Times (26/04/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melihat efek konsumsi telur tehadap TMAO, DR. Hazen meminta partisipan mengonsumsi dua telur rebus. Hasil menunjukkan kadar TMAO dalam darah semakin meningkat, tapi jika mereka mengonsumsi antibiotik untuk mengeluarkan bakteria usus lebih dulu, konsumsi telur tidak berpengaruh.
Hubungan antara kadar TMAO dengan penyakit jantung dibuktikan dengan meneliti 4.000 orang yang berkunjung ke the Cleveland Clinic. Semakin tinggi kadar TMAO, kecenderungan untuk terkena serangan jantung dan stroke lebih tinggi dalam tiga tahun berikutnya.
Walaupun begitu, hasil penemuan ini tidak secara secara langsung membuktikan menurunkan TMAO bisa melindungi dari penyakit jantung. Peneliti mengakui hal itu baru bisa dibuktikan oleh studi lebih besar dengan partisipan yang menurunkan tingkat TMAO mereka dengan cara diet vegan atau diet kaya serat.
Dr. Hazen menambahkan untuk orang yang khawatir dengan risiko pemyakit jantung, sebaiknya mempertimbangkan untuk mengurangi lecithin dan choline dalam makanan. Caranya dengan mengurangi konsumsi makanan kaya lemak, kolesterol, dan menghindari suplemen mengandung choline.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN