Sarapan Nasi Bikin Gendut?

Sarapan Nasi Bikin Gendut?

- detikFood
Kamis, 25 Apr 2013 06:21 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Banyak orang mengurangi konsumsi nasi. Termasuk saat sarapan. Hal ini dilakukan oleh mereka yang sedang menurunkan berat badan. Padahal tidak mengonsumsi karbohidrat justru membuat tubuh loyo dan lapar berat.

Asupan kalori harian harus dibagi merata dalam 3 kali makan. Karena itu perlu dipiliha variasi jenis karbohidrat terutama jika untuk kegiatan berbeda. Kemampuan tubuh mengolah karbohidrat berkurang di siang dan sore hari.

Karena itu amat efisien jika mengonsumsi karbohidrat di padi hari daripada malam hari. Dengan demikian tubuh lebih efisien memakai makanan untuk energi. Berat badan pun cepat turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menambah kepekaan insulin dan kemampuan tubuh mengolah karbohidrat menjadi energi, dan tidak menyimpan sebagai sel lemak, diperlukan olah raga. Karena itulah di pagi hari justru perlu mengonsumsi sumber karbohidrat seperti kentang, nasi, oats, roti tawar, pasta, dan lain-lain. Terutama setelah olahraga.

Sumber karbohidrat lainnya seperti sayuran hijau, buah dan biji-bijian bisa dikonsumsi. Lengkapi juga dengan sumber protein seperti telur (outih telur), daging tanpa lemak, ayam, ikan, tahu, tenpe, kacang-kacangan dan minyak (jagung, kedelai, olive, wijen).

Jika Anda terbiasa makan karbohidrat di pagi hari atau setelah olahraga, lebih mudah mengontrol asupan kalori sepanjang hari. Berta badan juga akan lebih cepat turun tanpa repot menghitung kalori atau badan terasa loyo.

Karenanya www.healthyourbody.com menyarankan, jika proses penurunan berat badan lambat, kurangi konsumsi karbohidrat di pagi hari. Juga konsumsi sayuran dan buah-buahan. Misalnya buat omelet dengan tambahan tomat, keju dan kacang. Bisa juga yogurt tawar dengan strawberry.


(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads