Tim peneliti dari University College Londong mewawancarai 11.000 ibu yang mempunyai bayi berumur 9 bulan tentang konsumsi minuman saat hamil. Peneliti juga mempertimbangkan aspek kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kunjungan juga dilakukan pada keluarga dengan anak berumur 7 tahun.
Beberapa rangkaian tes dilakukan untuk melihat perkembangan dalam bidang matematika, kemampuan membaca, dan tata ruang. Selain itu, beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai sikap sosial dan emosional anak-anak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βHal ini memperlihatkan tidak adanya peningkatan risiko efek negatif terhadap konsumsi alkohol ringan saat hamil pada perkembangan perilaku atau kognitif pada anak berumur tujuh tahun,β tutur Professor Yvonne Kelly selaku kepala penelitian kepada Daily Mail (18/04/2013).
Tim peneliti sudah mengikuti partisipan selama tujuh tahun pertama. Namun, mereka menyatakan penelitian lebih jauh dibutuhkan untuk mendeteksi efek yang berlawanan tentang konsumsi sedikit konsumsi alkohol saat kehamilan muncul di masa mendatang.
Hanya 13% dari ibu-ibu tersebut yang tidak pernah minum, sementara 60% lainnya tidak mengonsumsi alkohol saat hamil. Sekitar satu dari empat ibu adalah peminum ringan saat masa kehamilan dan 7% mengonsumsi lebih banyak minuman alkohol saat hamil.
Masalah yang menyangkut seberapa banyak konsumsi minuman alkohol saat hamil masih menjadi kontroversi. Konsumsi minuman alkohol secara rutin saat hamil sering dihubungkan dengan masalah fisik, mental, dan perilaku anak. The National Institute for Health and Clinical Excellence menghimbau untuk menghindari konsumsi minuman alkohol pada 3 bulan pertama kehamilan untuk mencegah risiko keguguran.
Pada tahun 2007, Departemen Kesehatan Inggris menerbitkan pedoman yang menyatakan wanita hamil dilarang mengonsumsi minuman beralkohol. Pedoman ini menggantikan pedoman terdahulu yang mengatakan konsumsi alkohol dua gelas seminggu dinilai aman pada wanita hamil.Β
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN