Sarapan Buah-buahan Belum Tentu Menyehatkan

Sarapan Buah-buahan Belum Tentu Menyehatkan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Jumat, 05 Apr 2013 06:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebagian besar orang makan buah-buahan pada pagi hari sebagai pengganti menu sarapan sehat. Meskipun menyehatkan, ternyata sarapan buah tidak cukup memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Menyiapkan menu sarapan sedikit membutuhkan waktu di dapur. Karena itu banyak orang yang lebih memilih untuk tidak sarapan atau menyantap menu instan. Bahkan ada juga yang hanya menyantap buah-buahan karena dianggap menyehatkan.

Seperti dilansir Times of India (3/03/2013), menurut Eileen Canday, seorang ahli gizi di Breach Candy Hospital, di Mumbai India, pada dasarnya buah-buahan yang jadi sarapan dapat mempengaruhi kebugaran tubuh. Karena buah tidak mengandung cukup vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk memulai aktifitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun jika Anda menyantap menu sarapan yang lengkap, tidak hanya vitamin C yang dapat diserap juga kalsium, serat dan protein akan didapatkan. Nutrisi lengkap ini bisa membuat tubuh jadi lebih bugar dan kaloripun jadi bertambah.

Menu sarapan lengkap juga diyakini membuat kita tetap berebergi sepanjang hari. Sedangkan buah cenderung akan membuat Anda cepat lapar dan makan dengan porsi banyak pada jam makan siang. Tapi jika buah-buahan dipadukan dengan oatmeal, sereal atau gandum, tentulah nutrisinya jadi lebih lengkap.

Selain karbohidrat, gandum juga mengandung protein, yang akan memberi rasa kenyang lebih lama dan meningkatkan energi. Asupan protein juga bisa didapatkan dari telur, daging sapi ataupun daging ayam tanpa kulit juga ikan.

Karena itulah sebaiknya menu sarapan haruslah mengandung nutrisi lengkap. Termasuk karbohidrat, protein, serat dan vitamin untuk memberi energi cukup di pagi hari.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads