Popularitas microgreens mulai muncul saat beberapa restoran ternama menyajikannya dalam menu mereka. Para peneliti tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang manfaat microgreens secara lebih lanjut.
Penelitian ini melibatkan pakar vitamin dan phytochemical untuk meneliti 25 jenis microgreens. Hasilnya, microgreens ternyata mengandung lebih banyak vitamin dan karotenoid (prekursor vitamin A) dibandingkan dengan sayuran yang berumur lebih tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai contoh, microgreens kubis merah mengandung paling banyak vitamin C. Di sisi lain, microgreens lobak hijau memiliki kandungan vitamin E yang paling banyak.
Untuk mendapatkan microgreens di toko memang agak sulit, namun Anda dapat menanamnya sendiri di rumah. Anda bisa membeli bibit di toko online atau toko peralatan tanaman. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menyebar bibit di atas tanah berkualitas baik. Setelah itu, siramlah sedikit air.
Letakkan microgreens Anda di dekat jendela, namun jangan biarkan terkena sinar matahari secara langsung. Siram dengan sedikit air setiap hari dan dalam beberapa hari microgreens yang Anda tanama akan tumbuh setinggi 2-3 inci. Saat inilah microgreens siap dimakan.
Microgreens sangat ekonomis, cepat dan mudah tumbuh dalam ruangan. Jenis microgreens yang paling sering ditanam adalah bayam, bit, kemangi, kol, seledri, lobak, ketumbar, selada, kangkung, sawi, perterseli dan lobak.
Microgreens dapat memperkuat tekstur, rasa dan memberi warna dalam menu harian. Microgreens juga bisa ditambahkan ke dalam sup, salad, sandwich atau sebagai hiasan dalam makanan utama.
Saat ini penelitian tentang microgreens masih terus berlangsung. Para ilmuwan ingin mengembangkan penelitian dengan memperhatikan kandungan gizi antara microgreens dengan sayuran hijau berumur lebih tua. Mereka menyadari banwa pasti akan ada banyak variasi, karena kualitas microgreens dipengaruhi oleh tanah, media tumbuh dan cara panennya.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN