Sebuah penelitian yang dilakukan di Northwestern's Center for Sleep and Circadian Biology mengungkap beberapa fakta. Diakui salah satu peneliti, Fred Turek, salah satu peneliti mengklaim jika waktu makan yang tak tepat juga menjadi pemicu obesitas.
"Mengapa dan bagaimana berat badan seseorang meningkat sangat beragam alasannya, namun bukan sekedar kalori yang masuk dan keluar. Pengaturan waktu makan bisa menjadi faktor kegemukan," kata Turek, seperti dilansir BBC. Pendapat serupa juga dilontarkan Tam Fry dari National Obesity Forum, yang berpendapat jika waktu makan sangat mempengaruhi berat badan seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir penelitian, para peneliti menemukan jika orang yang tidur lebih lambat memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi. Hal tersebut memicu mereka untuk makan makanan berkalori lebih banyak saat makan malam, dan hanya sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Dari sana, terdapat ketidakseimbangan antara perputaran energi dan aktivitas tubuh.
Makan terlalu malam juga rupanya juga berdampak pada kualitas tidur. Makan sesaat sebelum tidur membuat kualitas tidur seseorang menurun. Menurut Eating Well, makan terlalu malam juga memicu makan lebih banyak. Makan dalam kuantitas berlebih di malam hari juga memicu naiknya kadar trigliserida, jenis lemak yang terdapat di dalam darah.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN