Menurut studi di jurnal Food Research International, yang berperan dalam hal ini adalah peptida, produk sisa setelah minyak diambil dari biji kedelai.
Dalam percobaan laboratorium yang dilakukan peneliti dari University of Arkansas, peptida mampu menghentikan pertumbuhan kanker usus, hati, dan paru-paru.
"Respons dosis menunjukkan bahwa peptida memiliki efek menghambat yang signifikan pada konsentrasi yang lebih tinggi dan secara bertahap berkurang seiring menurunnya dosis," tulis peneliti, seperti diberitakan Huffington Post (24/03/14).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zat alami lain yang berpotensi menghentikan pertumbuhan kanker adalah resveratrol dalam anggur merah. Di laboratorium, resveratrol terbukti dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara karena efeknya terhadap estrogen.
Sulforaphane yang terdapat dalam brokoli juga berpotensi membunuh sel leukemia. Dalam percobaan di laboratorium, sulforaphane tampak tak memiliki efek merugikan bagi kesehatan.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN