Tim peneliti dari Amerika Serikat menganalisa data dari 7 penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya. Tujuannya melihat korelasi konsumsi minuman berenergi bisa mempengaruhi kesehatan jantung.
Kumpulan studi ini melibatkan orang berumur 18-45 tahun dengan kondisi badan sehat. Bagian pertama dalam kumpulan analisis itu memeriksa QT Interval, segmen dari detak jantung dalam electrocardiogram pada 93 orang yang baru mengonsumsi satu sampai tiga kaleng minuman berenergi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dokter secara umum khawatir jika pasien mengalami tambahan 30 milidetik dalam QT interval dari garis dasar,” tutur Dr Sachin Shah, selaku kepala peneliti dan asisten professor di University of the Pacific, Amerika Serikat kepada Daily Mail (22/03/2013).
Hasil yang dipresentasikan di konferensi American Heart Association's Epidemiology and Prevention ini juga menemukan tekanan darah systolic, tekanan darah dimana jantung berdenyut saat memompa darah rata-rata meningkat 3,5 poin dalam kumpulan 132 partisipan.
“Korelasi antara minuman berenergi dan peningkatan tekanan darah systolic sangat meyakinkan dan mengkhawatirkan. Seharusnya lebih banyak studi dilakukan untuk meneliti dampaknya terhadap detak jantung,” tambah Dr Shah.
Ia juga memperingatkan untuk orang dengan tekanan darah tinggi atau sindrom QT panjang harusnya mempertimbangkan konsumsi minuman berenergi. Karena minuman berenergi juga mengandung kafein, orang yang tidak biasa mengkonsumsi kafein terlalu banyak bisa mengalami kenaikan terkanan darah berlebihan.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN