Studi menunjukkan konsumsi makanan saat sedang tidak berkonsentrasi bisa meningkatkan asupan makanan hingga 50 persen. Sebaliknya, mengingat kembali apa yang sudah dimakan sebelumnya menurunkan jumlah asupan makanan.
βBeberapa studi sebelumnya sudah menyimpulkan hal itu. Tetapi bukti-bukti yang ada belum pernah dikumpulkan sebelumnya,β kata Dr. Eric Robinson selaku kepala peneliti dari University of Liverpool, Inggris kepada Fox News (20/03/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contohnya, dalam satu studi wanita dan pria dewasa menonton TV sambil makan. Sementara studi lainnya, partisipan yang ngemil kacang pistachio tidak terlalu fokus terhadap tayangan TV karena harus mengupas kacang.
Beberapa eksperimen ini melibatkan 14 hingga 122 partisipan dan 18 dari 24 studi dilakukan pada mahasiswa sebagai subjek penelitian. Hampir semua laki-laki dan perempaun dalam ekperimen ini mempunyai berat badan normal dan hanya sedikit yang memiliki berat badan berlebih.
Analisa ini menyatakan secara statistik perbedaan signifikan antara partisipan yang memperhatikan makanannya dan yang mengonsumsi makanan saat perhatiannya terpecah. Rata-rata konsumsi makanan saat tidak berkonsentrasi meningkatkan jumlah asupan hingga 10 persen. Tapi, hal ini juga berpengaruh pada jumlah camilan setelah makan yang meningkat hingga 25 persen.
Sebaliknya, meningkatkan ingatan terhadap makanan yang sudah dikonsumsi sebelumnya menurunkan jumlah makanan yang dikonsumsi pada waktu makan berikutnya hingga 10 persen. Namun, meningkatkan kewaspasdaan terhadap makanan yang sedang dikonsumsi tidak mengubah jumlah asupan makanan.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN