Banyak Makan Nasi Jerawatpun Bermunculan

Banyak Makan Nasi Jerawatpun Bermunculan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Kamis, 07 Mar 2013 16:38 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan pokok yang satu ini selalu hadir dalam satu menu makanan lengkap. Teksturnya yang empuk dan pulen selalu dipadukan dengan lauk pauk dan sayuran. Dibalik sifatnya yang mengenyangkan, ternyata juga dapat memicu munculnya jerawat.

Nasi diketahui sebagai sumber karbohidrat dengan nilai indeks glikemik tertinggi yaitu 75. Karena itulah bisa menjadi penyebab kegemukan bila dimakan dalam jumlah banyak. Tidak hanya itu, terlalu banyak makan nasi juga bisa menimbulkan jerawat di wajah.

Sebagain orang meyakini, jika melakukan diet tinggi glikemik dapat menurunkan berat badan. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 1800-an, diketahui cokelat dan makanan berlemak dapat membuat jerawat semakin berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian baru dilakukan Jennifer Burris, MS, RD, dari Departemen Gizi, New York University, beserta rekannya William Rietketk dari Department of Dermatology, New York Medical College dan Kathleen Woolf, of New York University's Department of Nutrition. Penelitian ini berhasil mengkaji ulang penemuan studi sebelumnya.

Mereka membuat kajian literatur untuk mengevaluasi bukti-bukti yang menghubungkan penerapan diet dengan timbulnya jerawat. Beebrapa data penelitian dikumpulkan untuk melihat karakteristik, metode penelitian hasil dan juga kesimpulan.

Setelah diteliti selama 10 tahun, akhirnya pada tahun 2012 didapatkan hasilnya. Mereka menyimpulkan bahwa diet tinggi indeks glikemik merupakan faktor utama membuat jerawat semakin mudah muncul. Namun pada penelitian ini, tidak ditemukan bakwa diet tinggi indeks glikemik sebagai penyebab timbulnya jerawat.

Karena itu tim peneliti menganjurkan untuk membatasi konsumsi nasi yang mengandung indeks glikemik tinggi. Bahkan diet tinggi indeks glikemik juga harus dihindari. Penelitian inipun telah dipublikasikan dalam Journal Academy of Nutrition and Dietetics.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads