Sejak tahun 1970, orang Amerika telah menghabiskan lebih dari 14,85 kg keju per tahun. Untuk konsumsi gula bisa mencapai 31,5 kg per tahun dan garam mencapai 2,7 kg per tahunnya. Angka ini dapat menunjukkan tingkat kecanduan banyak orang pada makanan tak sehat, bahkan bisa menyebabkan obesitas dan penyakit jantung.
Makanan yang mengandung banyak garam, gula dan lemak banyak berasal dari makanan olahan atau junk food. Menurut laporan dari seorang reporter New York Times bernama Michael Moss, junk food bersifat adiktif karena mengandung banyak garam, gula dan lemak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar rasa asin pada makanan lebih kuat, biasanya perusahaan makanan menggunakan jenis garam kosher, dengan butiran garam lebih besar dari garam meja. Umum digunakan untuk membumbui daging karena tidak mudah larut. Garam ini juga memberikan sensasi rasa yang lebih gurih di mulut.
Sedangkan rasa manis yang di dapatkan dari gula, umum digunakan dalam jumlah banyak. Cara ini digunakan oleh perusahaan makanan untuk membuat citarasa makanananya menjadi semakin enak dan terasa menyenangkan di mulut.
Sama halnya dengan penggunaan lemak, bahkan jumlahnya bisa melebihi gula. Pastilah kandungan kalori dalam makanan bisa mencapai dua kali lipat. Selain itu, penjelasan tekstur makanan melalui kata-kata pada kemasan juga dapat membuat orang semakin penasaran dan ingin mencicipinya.
Hal inipun telah diteliti oleh sebuah penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa rangsangan makanan dapat memicu otak untuk makan lebih banyak. Rangsangan tersebut akan muncul saat melihat iklan, mencium aroma dan foto makanan. Nafsu makanpun semakin meningkat jika rasa makanan cocok di lidah.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN