Makanan Gurih, Manis dan Berlemak Ternyata Bikin Ketagihan

Makanan Gurih, Manis dan Berlemak Ternyata Bikin Ketagihan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Selasa, 05 Mar 2013 12:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Para ahli mengatakan bahwa perusahaan makanan mengambil keuntungan karena produknya yang bersifat adiktif atau ketagihan. Karena mereka memakai banyak garam, gula dan lemak agar citarasa makanannya semakin gurih dan lezat.

Sejak tahun 1970, orang Amerika telah menghabiskan lebih dari 14,85 kg keju per tahun. Untuk konsumsi gula bisa mencapai 31,5 kg per tahun dan garam mencapai 2,7 kg per tahunnya. Angka ini dapat menunjukkan tingkat kecanduan banyak orang pada makanan tak sehat, bahkan bisa menyebabkan obesitas dan penyakit jantung.

Makanan yang mengandung banyak garam, gula dan lemak banyak berasal dari makanan olahan atau junk food. Menurut laporan dari seorang reporter New York Times bernama Michael Moss, junk food bersifat adiktif karena mengandung banyak garam, gula dan lemak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dilansir www.doctoroz.com (25/2/2013), garam dianggap sebagai bahan makanan ajaib yang bisa memberikan ledakan rasa yang disukai banyak orang. Begitu juga dengan gula yang terasa manis. Meskipun dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, namun keduanya juga dapat memperpanjang masa simpan makanan.

Agar rasa asin pada makanan lebih kuat, biasanya perusahaan makanan menggunakan jenis garam kosher, dengan butiran garam lebih besar dari garam meja. Umum digunakan untuk membumbui daging karena tidak mudah larut. Garam ini juga memberikan sensasi rasa yang lebih gurih di mulut.

Sedangkan rasa manis yang di dapatkan dari gula, umum digunakan dalam jumlah banyak. Cara ini digunakan oleh perusahaan makanan untuk membuat citarasa makanananya menjadi semakin enak dan terasa menyenangkan di mulut.

Sama halnya dengan penggunaan lemak, bahkan jumlahnya bisa melebihi gula. Pastilah kandungan kalori dalam makanan bisa mencapai dua kali lipat. Selain itu, penjelasan tekstur makanan melalui kata-kata pada kemasan juga dapat membuat orang semakin penasaran dan ingin mencicipinya.

Hal inipun telah diteliti oleh sebuah penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa rangsangan makanan dapat memicu otak untuk makan lebih banyak. Rangsangan tersebut akan muncul saat melihat iklan, mencium aroma dan foto makanan. Nafsu makanpun semakin meningkat jika rasa makanan cocok di lidah.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads