Terbukti Diet Ketat Justru Membuat Rasa Bersalah Makin Besar

Terbukti Diet Ketat Justru Membuat Rasa Bersalah Makin Besar

- detikFood
Senin, 04 Mar 2013 16:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sedang berdiet ketat untuk tubuh ramping? Banyak wanita berdiet ketat tetapi masih belum bisa mengendalikan nafsu makan. Akibatnya tetap saja makan berlebih dan akhirnya merasa sangat bersalah. Apalagi jika berhadapan dengan makanan.

Jessie de Witt Huberts dan rekan-rekannya dari Department of Clinical and Health Psychology, Utrecht University, Belanda mengadakan eksperimen kepada 148 mahasiswi. Para mahasiswi diundang ke laboratorium dengan dalih sesi mencicipi makanan untuk jaringan supermarket.

Mereka ditinggal sendirian selama 10 menit untuk mencicipi makanan tinggi kalori seperti keripik dan kacang berlapis cokelat. Juga makanan rendah kalori seperti biskuit dan potongan apel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya mereka ditanya tentang perasaan mereka, termasuk perasaan bersalah dan sikap mereka terhadap makanan. Mereka juga ditanya berapa banyak diet yang dilakukan dan seberapa sering merasa khawatir terhadap apa yang mereka konsumsi.

Hasil menunjukkan orang yang terlalu sering berdiet, khawatir tentang apa yang mereka makan, dan perubahan berat badan ternyata mengkonsumsi jumlah makanan sebanyak wanita lainnya. Termasuk juga makanan tinggi kalori.

Mereka juga punya rasa bersalah setelahnya, terutama dalam mengonsumsi makanan yang baru dimakan. Tim penulis menyimpulkan bahwa sangat penting untuk belajar lebih banyak mengapa pelaku diet gagal. Dalam studi ini terdapat 45 persen dari partisipan yang berdiet.

β€œTerlepas dari maksud baik mereka, orang yang terlalu menjaga makanan mereka malah tidak mendapatkan apa-apa dan kalah dua kali lipat,” kata tim peneliti dalam Journal Psychology & Health (04/03/2013).

β€œPembatasan makanan tidak berhubungan dengan konsumsi makanan. Namun, berhubungan dengan peningkatan rasa bersalah setelah makan,” tambah peneliti. Penelitian menunjukkan peningkatan rasa bersalah bisa berujung pada kenaikan emosi negatif.

Untuk diet yang tidak menyiksa, Anda bisa beralih pada diet Volumetrics. Diet gagasan ahli nutrisi Barbara Rolls, Ph.D. ini mengutamakan porsi besar dalam menu makan. Tetapi, makanan yang dipilih harus rendah lemak.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads