Cokelat merupakan camilan manis yang lembut. Teksturnya mudah meleleh di lidah. Ada isian kacang, kismis juga karamel yang legit. Namun, jika tak ingin menjadi gendut, jangan habiskan sebungkus cokelat sekaligus.
Karena teksturnya yang lembut, sering membuat orang tak bisa berhenti makan. Bahkan cokelat dalam satu kemasan bisa ludes seketika. Meskipun porsinya kecil namun sebungkus cokelat tak harus langsung dihabiskan.
“Konsumsi cokelat yang benar harus dilihat dari Nutrition Fact yang ada di kemasan. Usahakan makan cokelat sesuai dengan takaran saji yang tercantum, dan satu batang cokelat kemasan bukan berarti harus dimakan sekaligus, tapi harus dikosnumsi sesuai dengan takaran pada tabel.” kata Geovani Maharasitha Syafitri, S.Gz, Ahli Gizi RS. Siloam Hospital Lippo Karawaci kepada detikFood (13/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya cokelat kemasan yang terjual dipasaran sudah dicampur dengan gula dan susu. Sebenarnya cokelat mengandung lemak baik yang tidak bikin gemuk. Namun karena penambahan gula dan susu, kandungan lemak dalam cokelat justru tergolong jahat. Ada baiknya untuk memilih cokelat dengan komposisi kokoa sekitar 75 persen.
Kandungan kokoa tertinggi ini banyak terdapat di dalam dark chocolate. Jenis cokelat yang satu ini juga dipercaya ampuh menekan nafsu makan. Hal inipun diakui oleh Dr. David Katz, seorang direktur Yale Prevention Research Center di New Haven.
“Dark chocolate disarankan untuk dikonsumsi, karena rasanya pahit cokelat ini dapat membantu menekan nafsu makan. Lain halnya dengan milk chocolate yang justru dapat menekan nafsu makan.” jelas Dr. Katz, seperti dilansir WebMD.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN