Aspek penting dari diet Mediterania adalah tingginya konsumsi minyak zaitun, legume, sereal utuh, buah, dan sayur. Pola makan ini juga melibatkan konsumsi keju, yogurt, ikan, dan wine dalam jumlah sedang, serta sedikit konsumsi daging.
Karena itulah, diet Mediterania dikatakan dapat mencegah penyakit jantung dan kanker. Konon, jenis diet ini dapat memperpanjang usia. Adapula beberapa studi yang menyebutkan bahwa diet Mediterania baik untuk otak dan mampu mencegah Alzheimer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menelusuri pola makan dari 3.000 orang paruh baya selama lebih dari satu dasawarsa. Mereka membagi para partisipan menjadi tiga kelompok, tergantung seberapa ketat diet 'Mediterania' mereka. Ketika peserta studi berusia 65 tahun ke atas, mereka menjalani enam tes konsentrasi dan memori.
Studi yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition ini tak menemukan perbedaan skor antara ketiga grup tersebut. "Menerapkan diet Mediterania pada usia paruh baya tak berkaitan dengan kinerja kognitif secara menyeluruh [kekuatan otak yang dinilai 13 tahun kemudian]," ujar kepala penelitian, Emmanuelle Kesse-Guyot, seperti dilansir Daily Mail (26/01/13).
Peneliti menambahkan bahwa studi terbaru dari ilmuwan lain juga gagal menemukan keterkaitan tersebut. Tahun lalu, Foundation for Public Health menemukan bahwa wanita berusia di atas 65 tahun yang menerapkan diet Mediterania tak mengerjakan uji memori dengan lebih baik.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN