Tim peneliti dari University of Northumbria meminta 12 pria aktif untuk berlari di atas treadmill pada pukul 10 pagi. Hal ini dilakukan baik oleh mereka yang sudah sarapan maupun yang belum, atau dengan kata lain sudah 'berpuasa' sejak kemarin malam.
Setelah berolahraga, semua partisipan diberi minuman pemulih stamina berupa milkshake cokelat. Di siang hari, mereka diberi pasta yang boleh disantap hingga mereka merasa kenyang. Konsumsi energi dan lemak saat makan siang ini dinilai, lalu dihitung dengan jumlah energi dan lemak yang dibakar saat berolahraga di pagi hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi yang dimuat di British Journal of Nutrition ini juga menyebutkan bahwa mereka yang berolahraga tanpa sarapan membakar 20% lemak lebih banyak dibanding mereka yang sarapan dulu. Artinya, berolahraga dengan perut kosong memberikan hasil yang paling diinginkan untuk membakar lemak.
"Untuk membakar lemak, kita perlu menggunakan lebih banyak lemak daripada yang kita konsumsi. Berolahraga meningkatkan jumlah total energi yang kita keluarkan. Proporsi energi yang dibakarpun lebih besar jika olahraga dilakukan setelah 'berpuasa' semalaman," ujar Javier Gonzalez, salah satu peneliti, seperti diberitakan Daily Mail (24/01/13).
Dr. Emma Stevenson, peneliti lain, mengatakan bahwa riset ini sangat penting. Hasilnya bisa menjadi panduan praktis bagi individu yang berolahraga untuk memaksimalkan pengurangan massa lemak. Bagaimanapun juga, studi ini berjangka pendek, sehingga peneliti hanya bisa berspekulasi mengenai hasil jangka panjangnya.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN