Mencuci Ayam Bisa Sebabkan Penyebaran Bakteri

- detikFood Selasa, 27 Nov 2012 07:04 WIB
Foto: www.webmd.com
Jakarta - Mencuci ayam sebelum dimasak dilakukan untuk menghilangkan darah dan kotoran. Padahal tindakan yang dianggap biasa ini bisa berakibat fatal. Percikan air cucian ayam ini bisa memicu bakteri berpindah dan berkembang dengan cepat.

Meskipun bertujuan untuk kebersihan, ternyata air cucian ayam terperciki berdampak buruk untuk kesehatan. Air percikan ayam menempel pada alat dapur dan benda-benda lain di sekitarnya. Dari situlah bakteri berkembang dengan cepat.

Kebiasaan ini masih dilakukan oleh banyak orang. Terbukti dari hasil survei yang dilakukan Newpoll yang menunjukkan bahwa sebanyak 68 % responden yang diamatinya mencuci kalkun sebelum dimasak dan 74 % mencuci bebek sebelum dimasak.

“Mungkin mereka melakukan ini karena mengikuti kebiasaan orang tua atau kakek nenek mereka. Belum lagi jika mereka mengeringkannya dengan handuk. Karena itulah bakteri bisa mencemari peralatan dapur juga tangan. ” ujar Dr. Michael Eyles, kepala Food Safety Information Council Chairman.

Kejadian inipun bisa dikaitkan dengan kasus penyakit akibat terjangkit bakteri salmonella dan campylobacter di Australia. Selama 20 tahun terakhir angka keracunan makanan akibat pencemaran bakteri makin tinggi.

Seperti yang dilansir TimesofIndia (26/11/2012), untuk mengurangi risiko terkena penyakit akibat bakteri di unggas, Dr. Eylespun menyarankan untuk tidak mencuci unggas sebelum dimasak. Karena bisa menyebarkan bakteri ke seluruh dapur. Setelah memegang daging ayam mentah harus mencuci dan mengeringkan tangan hingga bersih. Demikian juga peralatan yang dipakai juga harus dicuci bersih.

Sebaiknya jangan memakai peralatan bekas memotong atau menaruh ayam mentah untuk menaruh bahan makanan lain. Pisahkan wadah dan pisau untuk ayam mentah dan wadah bahan makanan lain. Hal ini untuk menghindari pencemaran bakteri yang disebarkan dari daging ayam mentah.

“Anda juga harus memasaknya dalam suhu 75 derajat C. Untuk memastikannya bisa gunakan termometer. Pastikan dagingnya matang menyeluruh. Jika ingin menyimpannya di lemari es pastikan tutup wadahnya hingga rapat.” tambah Eyles.




(dyh/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com