Karena Rekayasa Genetika, Makanan Ini Jadi Super Nutrisinya

Karena Rekayasa Genetika, Makanan Ini Jadi Super Nutrisinya

Fitria Rahmadianti - detikFood
Selasa, 23 Okt 2012 09:08 WIB
Karena Rekayasa Genetika, Makanan Ini Jadi Super Nutrisinya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan yang mengalami rekayasa genetika bukanlah hal asing lagi. Bahkan, makanan ini mungkin menjadi santapan kita sehari-hari. Jika awalnya bahan pangan direkayasa agar lebih tahan hama, kini tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai gizinya.

Bagi Anda yang berprinsip hanya menyantap makanan alami, cobalah cermati hasil teknologi pangan ini.. Berikut daftar makanan yang telah direkayasa secara genetika, seperti dikutip dari Eating Well (22/10/12):

1. Tomat

Foto: Thinkstock
Pada 1994, tomat Flavr Savr menjadi tanaman rekayasa genetika pertama yang boleh dikonsumsi oleh manusia. Proses pelembekannya saat matang diperlambat, sehingga tak mudah bonyok saat dikirimkan. Namun, tomat ini tak seenak rasanya. Selain itu, Flavr Savr juga tak mudah dikirimkan dan mahal biaya produksinya. Tomat ini ditarik dari pasaran pada 1998.

2. Kacang kedelai

Foto: Thinkstock
Kacang kedelai Roundup Ready buatan perusahaan Monsanto dibuat pada 1994 agar tahan terhadap herbisida Roundup. Selain itu, Pioneer Hi-Bred International juga membuat kacang kedelai rekayasa genetika yang kaya oleic acid. Oleic acid adalah asam lemak tak jenuh tunggal atau omega 9. Nutrisi yang juga terkandung di minyak zaitun ini berguna untuk meningkatkan kolesterol baik dan menekan kolesterol jahat.

3. Jagung

Foto: Thinkstock
Pada 2010, hampir 70% ladang yang ditanami jagung di Amerika Serikat menggunakan jagung yang direkayasa genetika. Pasalnya, jagung ini sukses mengurangi populasi hama European corn borer secara drastis. Jagung tersebut juga tahan terhadap hama rootworm dan herbisida glyphosate.

4. Beras

Foto: Thinkstock
Beras yang diperkaya betakaroten dikembangkan pada 1999. Warnanya yang kuning oranye membuatnya disebut Golden Rice atau beras emas. Dalam jumlah terbatas, Golden Rice telah dikawinsilangkan dengan varietas beras lokal di India dan Filipina.

5. Babi

Foto: Thinkstock
Pada 1999, Enviropig diciptakan. Babi yang ramah lingkungan ini dibuat dengan menambahkan DNA dari tikus dan bakteri E. Coli ke embrio babi Yorkshire. Hewan tersebut dapat mencerna fosfor tanaman dengan lebih baik, sehingga kandungan fosfor dalam kotorannya berkurang hingga 30-70%. Perubahan ini dapat mengurangi polusi penyebab tumbuhnya ganggang, matinya ikan, dan air yang tak bisa diminum.

6. Apel

Foto: Thinkstock
Apel yang sudah kecokelatan terlihat tak menggugah selera. Penelitipun mencari cara untuk mematikan gen yang memproduksi enzim polyphenol oxidase. Jadilah Arctic Granny dan Arctic Golden, apel yang tak mudah kecokelatan meski telah dipotong, digigit, atau terbentur.ο»Ώ
Halaman 2 dari 7
(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads