Anak Muda Amerika Terancam Gagal Wajib Milter Karena Obesitas

Anak Muda Amerika Terancam Gagal Wajib Milter Karena Obesitas

- detikFood
Senin, 01 Okt 2012 09:06 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat ini Amerika Serikat sedang menghadapai musuh baru yaitu obesitas. Remaja yang seharusnya mengikuti wajib militer tidak bisa ikut karena mereka terlalu gemuk dan mepunyai potensi masalah kesehatan. Hal ini berpengaruh kepada regenerasi militer Amerika.

Seperti dilansir the daily meal (29/9/2012) menurut sebuah laporan berjudul β€œToo Fat to Fight”, sekitar 25 % warga dewasa Amerika Serikat akan diskualifikasi dari wajib militer karena mengalami kelebihan berat badan.

Tentu saja pihak militer menyalahkan junk food atas krisis ini. β€œMiliter membawa makanan yang lebih sehat ke sekolah militer, fasilitas makan, dan vending machine, tetapi kami tidak bisa melawan ini sendiri, masyarakat juga perlu bertindak,” demikian yang tertulis pada laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juga disebutkan bahwa kini anak-anak sekolah mengonsumsi 400 triliun kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan selama satu tahun. Semuanya berasal dari junk food di vending machine, penjual camilan, dan kantin sekolah.

Jumlah yang lebih menakutkan tercantum di laporan tersebut. Berdasarkan BMI (Body Mass Index) 73 % pria yang berumur lebih dari 20 tahun mengalami kelebihan berat badan. Pihak militer menghabiskan lebih dari 1 triliun dolar per tahun untuk perawatan penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan.

Tentara dengan berat badan berlebihan mempunyai potensi 47 % mengalami cedera musculoskeletal, dimana tubuh jadi susah bergerak.β€œAnak-anak muda yang akan memasuki wajib militer pada tahun 2025 sedang berada di sekolah saat ini. Jadi ini tergantung kita untuk bisa memastikan saat mereka berumur 17-24 tahun, mereka sudah siap untuk masuk militer.” tutur pesiunan angkatan udara Letnan Jendral Norman Seip.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads