Makanan organik telah menjadi incaran beberapa orang yang melakukan hidup sehat. Buah, sayur, susu hingga daging organik sudah mudah didapatkan di swalayan besar. Ukurannya jauh lebih besar dan lebih segar dari jenis yang biasa dan dikemas dalam plastik transparan.
Penelitian ini dipimpin oleh Bravata, seorang senior di Stanford's Center for Health Policy, bersama dengan Crystal Smith-Spangler, MD, MS, seorang instruktur di Division of General Medical Disciplines sekaligus Dokter penyidik di VA Palo Alto Health Care System. Mereka melakukan studi untuk membandingkan makanan organik dengan makanan biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTidak ada banyak perbedaan antara makanan organik dengan makanan biasa, namun Anda bisa membuat keputusan sendiri untuk menentukan makanan sehat Anda,β ujar Dena Bravata, MD, MS, seorang penulis penelitian senior.
Penelitian ini melibatkan beberapa responden yang dipilih secara acak, dari populasi yang melakukan diet organik dan diet biasa. Studi ini kemudian dibandingkan berdasarkan tingkat zat gizi dan kontaminasi bakteri seperti jamur atau pestisida di setiap produk yang dimakan.
Setelah data dianalisa, para peneliti menemukan tidak ada perbedaan yang konsisten terlihat dengan jelas. Hanya ada satu nutrisi lebih yang ada pada makanan organik yaitu fosfor dan nilainya lebih tinggi.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN