ADVERTISEMENT

Marmite, si Hitam Kandidat Superfood

- detikFood
Jumat, 31 Agu 2012 13:25 WIB
Foto: southbayfoodies.com/telegraph.co.uk
Jakarta - Selai berwarna hitam ini jadi bagian menu sarapan masyarakat Inggris dan Australia. Aromanya khas dengan rasa gurih yang unik paling cocok dioleskan pada roti panggang. Selai ini ternyata sangat kaya nutrisi. Makanya dipromosikan sebagai salah satu superfood.

Marmite, selai berwarna cokelat tua dengan rasa asin yang terbuat dari ekstrak ragi. Selain enak, ternyata banyak penelitian yang mengungkapkan efek positif mengonsumsi selai ini. Melalui beberapa bukti penelitian, selai yang berasal dari Inggris ini dipromosikan sebagai kandidat baru super food.

Superfood seringkali digunakan untuk mendeskripsikan makanan yang mempunyai kandungan nutrisi tinggi yang dapat berdampak baik bagi kesehatan . Beberapa makanan yang dianggap superfood antara lain pisang, blueberry, dan ikan.

The Telegraph menuliskan bahwa sebuah studi di Journal of Clinical Investigation, menyebutkan bahwa Marmite dapat menangkal infeksi di dalam tubuh. Menurut penelitian, vitamin B3 dosis tinggi, dalam salah satu bahan dasar Marmite memproduksi neutrophilis, sel darah putih yang melawan bakteria dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Ini bukan pertama kali Marmite direkomendasikan sebagai superfood. Produksi pertama Marmite terletak di Burton-on-Trent, Staffordshire tahun 1902. Resep awal Marmite terdiri dari ekstrat ragi, garam, rempah-rempah, dan seledri.

Karena mengandung nutrisi tinggi, selai ini menjadi salah satu bahan makanan yang dibawa para tentara saat perang dunia pertama. Pada tahun 1930, seorang peneliti Inggris bernama Lucy Willis menemukan asam folat di dalam marmite bisa digunakan untuk menyembuhkan anemia.

Tidak semua orang setuju dengan khasiat Marmite. Masyarakat mulai cemas berkaitan dengan tingginya kandungan garam dalam Marmite (11 g per 100g). Pada pada tahun 2008 selai ini dilarang disajikan di sekolah dasar daerah Ceredigion, Wales. Selain itu, Denmark juga tidak lagi menjual Marmite sejak Mei tahun lalu.

Love it or hate it? Itulah slogan yang dikeluarkan Unilever Inggris produsen Marmite, menanggapi pro dan kontra produk ini. Walaupun selai ini hingga kini sangat populer di negara seperti Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.
(flo/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT