Nugget, Lauk Praktis yang Gurih Lezat

Nugget, Lauk Praktis yang Gurih Lezat

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Senin, 30 Jul 2012 09:50 WIB
Foto: sparkstack.com
Jakarta - Nugget memang jadi primadona lauk saat santap sahur atau tak ada waktu banyak untuk memasak. Produk daging olahan ini punya banyak variasi. Dengan sedikit siasat, menu praktis ini juga bisa jadi lauk bernutrisi.

Nugget mulai diciptakan pada tahun 1950 oleh Robert C. Baker, seorang profesor Ilmu Pangan di Cornell University. Sejak tahun 1980-an, produk olahan daging ayam ini mulai dijual dan menjadi salah satu pilihan menu di restoran siap saji. Kerna potongannya mirip bongkahan emas, pipih segi empat maka disebut 'nugget'.

Terbuat dari daging ayam yang dicincang, diberi bumbu dan tepung. Adonan ini kemudian dimatangkan, dipotong dan dilapisi dengan tepung roti lalu dibekukan. Untuk menyantapnya, cukup digoreng atau dipanggang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya terbuat dari daging ayam, ada juga nugget yang terbuat dari campuran sayuran, seafood, ikan, tahu dan tempe. Agar lebih awet kebanyakan nugget dijual dalam kemasan dan dibekukan. Teksturnya yang empuk dan rasanya gurih enak membuat nugget disukai banyak orang.

Bila membelinya dalam keadaan beku, sebaiknya keluarkan secukupnya jika akan digoreng. Simpan selalu sisa nugget dalam kemasan tertutup di dalam freezer.

Makanan gurih lezat ini mengandung sejumlah nutrisi seperti, protein, asam amino, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Perporsinya mengandung 48 kkal energi, 2,49 g protein, 3,01 g lemak dan 2,61 g karbohidrat.

Karena memasaknya membutuhkan waktu 1-3 menit dengan suhu minyak sekitar 150 derajat C. Nugget cocok menjadi lauk praktis. Tambahkan sayuran dalam mengolahnya sehingga produk olahan ini lebih bernutrisi dan enak.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads