Sudah banyak pakar kesehatan yang menganjurkan puasa dan memaparkan fakta-fakta kebugaran di baliknya. Brad Pilon, pengarang buku 'Eat Stop Eat', mengatakan bahwa puasa baik untuk mencegaah penuaan dini dan sebagai metode detoksifikasi alami. Ternyata, manfaatnya tak hanya sebatas itu.
Menurut artikel yang dilansir Live Strong, puasa juga dapat mencegah penyakit-penyakit berbahaya, membentuk otot, dan menjaga keseimbangan tubuh. Proses yang berperan penting dalam hal ini adalah autophagy, yakni proses pembersihan di dalam tubuh yang aktif jika seseorang berpuasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penuaan yang dimaksudpun bukan sekadar kulit yang terlihat keriput, namun perubahan biologis yang terjadi seiring pertambahan usia. Proses ini menyebabkan menurunnya ketahanan terhadap stres, mudah terserang penyakit, dan tingginya kemungkinan kematian. Autophagy dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
Saat sahur dan berbuka, kita menonaktifkan proses autophagy karena bersantap. Hal ini justru bagus karena dapat menyehatkan otot. Pasalnya, jika melakukan autophagy berlebihan, massa otot akan berkurang, terjadi degenerasi serat rangka, serta merasa lemas.
Kuncinya adalah keseimbangan. Kita tidak bisa makan terlalu banyak sepanjang waktu, tidak juga berpuasa terus-menerus karena akan memberikan hasil yang negatif. Kita memerlukan proses autophagy untuk membersihkan tubuh dari sel-sel rusak, kemudian mengembangkan fungsi tubuh secara optimal saat kita makan.
Jika dilakukan dengan benar, maka puasa dapat mencegah penyakit-penyakit mematikan dan melumpuhkan seperti kanker, alzheimer, huntington, penyakit hati, bahkan menyusutnya massa dan fungsi otot.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN