Sebagai bagian dari pola makan 3B (bergizi, berimbang, beragam), peranan daging tentu sulit digantikan. Seimbang yang dimaksud adalah dalam jumlah dan jenisnya. Dalam piramida makanan, protein menempati posisi keempat dari bawah setelah air putih, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. Di atasnya ada makanan berlemak, manis, serta suplemen kalsium dan vitamin.
Artinya, konsumsi sumber protein seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan, susu, yogurt, dan keju penting meski jumlahnya tidak sebanyak tiga lapisan piramida di bawahnya. Walau demikian, banyak yang takut makan daging karena khawatir gemuk atau tekanan darahnya naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daging sapi mengandung zat besi HAEM yang tidak terdapat dalam sayuran. Zat ini berguna untuk mencegah anemia. "Daging sapi Australia merupakan sumber zat besi terbaik. Zat besi dalam 122 gram daging sapi setara dengan 7.9 ikan. Tidak terbayang kan mengonsumsi ikan sebanyak itu dalam sehari?" kata wanita yang akrab disapa Tina ini.
Dalam presentasinya tentang 'Peranan Daging Sapi Australia untuk Pemenuhan Gizi Seimbang' di The Energy Cafe Jakarta, Sabtu (7/7), terdapat diagram perbandingan antara masing-masing 100 gram daging sapi rendah lemak, ayam rendah lemak, dan ikan segar. Ternyata, daging sapi mengandung sekitar 1.8 mg zat besi, disusul oleh ikan 0.7 mg, dan ayam 0.6 mg.
Iapun meluruskan mitos tentang daging sapi Australia. Menurutnya, daging tidak perlu dicuci karena dapat memicu bakteri. Daging yang diletakkan di dalam freezer pun dapat dilumerkan dengan dimasukkan ke kulkas,bukan dalam suhu ruangan.
"Apakah daging sapi Australia halal? Tentu saja, karena sapinya dipotong oleh penyembelih muslim bersertifikat," ucap Tina. Ia menambahkan bahwa warna merah pada steak yang tidak dimasak well done bukanlah darah, melainkan sari daging atau juice yang membuat rasa daging lebih gurih dan lebih empuk.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN