Makanan Tradisional Ternyata Bisa Dibuat Lebih Sehat

Makanan Tradisional Ternyata Bisa Dibuat Lebih Sehat

Fitria Rahmadianti - detikFood
Minggu, 01 Jul 2012 13:25 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Indonesia dikenal akan keragaman kulinernya yang menggugah selera. Sayangnya, banyak sajian tersebut kurang sehat karena tinggi kolesterol atau lemak. Buat Anda penggemar makanan tradiisonal tetap bisa makan enak dan sehat. Inilah solusinya!

Trend kuliner kini mulai bergerak ke makanan yang lebih sehat. Hal ini terlihat dari perubahan menu di restoran. Jika dulu bahan tambahan seperti penyedap rasa banyak digunakan dalam masakan, kini muncul alternative cuisine yang lebih sehat. Tanpa MSG dan rendah lemak, misalnya.

Konsumen mulai menyadari bahaya asupan yang tak sehat terhadap tubuh dalam jangka panjang. Menurut Chef Vindex Tengker, kata 'fried' atau 'goreng' kini dihindari oleh pelanggan karena terkesan tidak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya muncul istilah 'pan seared' untuk menggantikan 'pan fried' atau 'crispy' sebagai alternatif 'deep-fried', padahal sama saja. Hal ini dilakukan untuk memunculkan kesan makanan tersebut 'lebih sehat'," ujar Chef Vindex saat ditemui di acara World Menu Report: Seductive Nutrition, Jum'at (29/6) lalu.

Namun, bukan berarti menu boleh menipu. Chef juga harus bertanggung jawab menyajikan makanan sehat, sesuai nama menunya. Untuk itu, penggunaan bahan dan teknik memasak perlu diperhatikan.

"Orang Indonesia senang makan gorengan. Agar lebih sehat, gunakan minyak canola atau minyak kedelai. Untuk mengurangi penggunaan minyak, pakai panci anti lengket," kata Executive Chef The Darmawangsa Hotel ini.

Di acara tersebut, Chef Aldi Adhena sebagai Executive Chef Unilever Food Solutions (UFS) mempraktekkan masakan Indonesia dan Barat yang dibuat menjadi lebih sehat namun tetap lezat. Perubahan yang ia buat meliputi penggunaan banyak sayuran, kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah, porsi tepat, teknik memanggang dan mengukus, serta penggunaan bahan segar.

Menu pertama adalah nasi goreng. Makanan ini tergolong kurang sehat karena digoreng dengan minyak dan didampingi oleh kerupuk. Namun, tekstur kerupuk yang renyah dapat diganti dengan sayur-sayuran segar. Ayam goreng sebagai pelengkapnya dapat dimasak dengan dipanggang, sehingga lemaknya berkurang. Selain itu, gunakan telur tanpa kuningnya agar lebih sehat.

"Nasi goreng cocok menggunakan nasi yang agak pera, sehingga nasi merah dapat menggantikan nasi putih. Porsinya yang diperkecil membuat hidangan ini lebih sehat, tinggi serat, dan lebih rendah kalori," jelas Chef Aldi. Menggantikan minyak dengan margarin juga merupakan salah satu langkah mengurangi kandungan lemak pada masakan, tambahnya.

Salah satu makanan favorit orang Indonesia lainnya adalah nasi putih dengan ayam bakar dan tahu tempe goreng. Alternatifnya adalah penggunaan nasi merah, ayam tanpa kulit, dan pepes tahu jamur untuk menggantikan tahu tempe goreng. Dengan begitu, kalori dan kolesterol hidangan ini dapat ditekan hingga 55%.

Jika ingin membuat burger yang lebih sehat, ganti rotinya dengan yang berbahan gandum utuh. Gunakan daging rendah lemak dan tambahkan banyak sayuran. Untuk menumis roti dan daging, pakai minyak zaitun. Kentang sebagai pelengkapnya dapat dimasak dengan dipanggang di oven, sehingga tidak perlu menggunakan minyak.

Spaghetti bolognaise pun dapat diakali dengan pasta gandum utuh, memperbanyak potongan tomat, dan menambahkan daging giling rendah lemak. Asyiknya lagi, harga jual per porsinya hanya sedikit lebih tinggi dibanding menu reguler yang kurang sehat.

Penggunaan sayuran dapat membuat hidangan lebih berwarna sehingga terlihat menarik. Tak hanya itu, faktor nama pun perlu diperhatikan. Restoran, terutama yang kelas atas, banyak menggunakan nama panjang dan diskriptif untuk menarik pelanggan.

Misalnya, 'Homemade lean minced burger with whole wheat bun filled with extra vegetables and baked hand cut chips' tentu terdengar lebih menggiurkan dibanding sekedar 'beef burger'. "Selain lebih menjual, nama tersebut juga dapat mengarahkan pelanggan kepada alternatif yang lebih sehat," tutur Chef Vindex.

Chef Aldi mengaku kesulitan membuat resep bernutrisi sehat ini. "Biasanya membuat resep mudah saja karena sudah berpengalaman. Namun, menciptakan menu sehat yang menggugah selera adalah tantangan tersendiri," kisah pria yang sudah terjun di bidang kuliner selama 10 tahun lebih ini. Ia pun mengaku perlu 10 kali revisi agar resepnya memenuhi kriteria bernutrisi dan sehat.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads