Peningkatan Jumlah Penderita Obesitas Ancam Stok Pangan Dunia

Peningkatan Jumlah Penderita Obesitas Ancam Stok Pangan Dunia

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Senin, 18 Jun 2012 13:32 WIB
Foto: news.sky.com
Jakarta - Para ilmuwan mengingatkan kembali bahwa peningkatan jumlah penduduk obesitas di dunia akan mengancam ketersediaan pangan di dunia. Problem ini akan memberi dampak pada kebutuhan energi pangan dunia.

Lebih dari setengah penduduk Eropa kelebihan berat badan, sementara tiga perempat bagian penduduk Amerika Utara menderita hal yang sama. Inilah yang terungkap dalam penelitian yang dilakukan terhadap berat badan penduduk di seluruh dunia.

Para peneliti dan ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine menyatakan bahwa kebutuhan energi manusia tidahk hanya bergantung pada jumlahnya saja tetapi juga massa energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

' Tiap orang tahu bahwa pertumbuhan populasi mengancam lingkungan global. Penelitian kami menunjukkanbahwa populasi obesitas juga menjadi ancaman serius,' demikian tegas Prof. Ian Roberts yang memimpin riset seperti dilansir news.sky.com hari ini (18/6).

Populasi orang dewasa beratnya 287 juta ton, 15 juta kelebihan berat badan dan 3.5 juta berkaitan dengan obesitas. Data ini dikumpulkan dari United Nations and the World Health Organisation menunjukkan rata-rat berat global per orang 62 kg pada tahun 2005, di Briton 75 kg dan di Amerika 81 kg.

Di luar Eropa berat badan rata-rata 70.8 kg, dibandingkan dengan Asia 57.7 kg. Hampir setengah lebih orang Eropa kelebihan berat badan dibandingkan dengan hanya 25% orang Asia. Hampir tiga perembat bagian penduduk Amerika Utara juga kelebihan berat badan.

PBB memprediksi pada tahun 2050 akan terdapat 2.3 milyar orang di planet ini dan peningkatan jumlah ini membuat massa tubuh tiap orang juga akan meningkat. Jika semua orang di dunia punya indeks massa tubuh sama dengan orang Amerika maka seluruh biomassa manusia akan menjadi 58 juta ton!




(odi/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads