Wah! Bakal Ada Cokelat Anti Penuaan Dini

Wah! Bakal Ada Cokelat Anti Penuaan Dini

Fitria Rahmadianti - detikFood
Selasa, 29 Mei 2012 11:30 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu hal yang paling ditakuti wanita adalah penuaan. Kulit keriput, mengendur, dan flek-flek hitam menjadi momok seiring bertambahnya umur. Peneliti yakin bahwa masalah ini dapat diatasi dengan camilan yang paling disukai wanita yakni cokelat.

Cokelat mengandung flavanol, yaitu molekul yang dapat meningkatkan penyerapan oksigen di kulit dan penting untuk memperlambat proses penuaan. Sayangnya, flavanol sulit diserap oleh tubuh. Berangkat dari kasus ini, tim peneliti bioteknologi dari Lycotec, Cambridge, Inggris mengembangkan bahan baku cokelat bernama Coco-Lycosome.

Coco-Lycosome adalah bahan yang ditambahkan ke dalam cokelat termodifikasi sehingga flavanolnya lebih mudah diserap tubuh. Dengan bahan ini, ketersediaan epicathecin dalam cokelat menjadi 10-20 kali lebih tinggi dibanding cokelat biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti telah melakukan uji klinis terhadap 50 orang yang mencoba dark chocolate dengan tambahan Coco-Lycosome. Kesimpulannya, kontrol pembuluh vaskular dan metabolisme menjadi lebih unggul, inflamasi dan kerusakan oksidatif berkurang, serta penyerapan dan mikrosirkulasi oksigen ke dalam jaringan tubuh meningkat.

Karena itulah, Coco-Lycosome dapat diaplikasikan ke dalam beberapa produk. Misalnya, anti-ageing chocolate untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dan meningkatkan mikrosirkulasi, beauty chocolate untuk membuat kulit berseri dan mengontrol peradangan selulit, serta elite chocolate untuk memperbaiki penyerapan oksigen ke otot dan untuk meningkatkan performa olahraga.

Menurut peneliti, sepotong cokelat spesial ini memiliki manfaat anti penuaan setara dengan dua batang cokelat Cadbury Dairy Milk. "Dua batang cokelat sehari mungkin terdengar menyenangkan bagi penggemar cokelat, tapi tidak semua orang suka makan cokelat sebanyak itu. Sekarang, semua orang bisa merasakan manfaat flavanol tanpa membahayakan kesehatan," ujar Dr. Ivan Petyaev dari Lycotec, seperti dikutip dari majalah The Grocer.

Dr. Ivan menambahkan bahwa teknologi ini tidak berpengaruh pada rasa atau tekstur cokelat. Bahan-bahannya pun aman dan dapat digunakan dalam makanan. Kini, cokelat termodifikasi buatannya siap dipasarkan.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads