Porsi Makanan di Restoran Melebihi Kebutuhan Nutrisi

Porsi Makanan di Restoran Melebihi Kebutuhan Nutrisi

- detikFood
Jumat, 25 Mei 2012 17:44 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Makan di restoran adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain dapat menimati suasana yang menyengkan pelanggan juga akan mendapatkan makanan dengan porsi yang banyak. Tetapi porsi yang disajikan di restoran ternyata melebihi kebutuhan nutrisi.

Banyak restoran di Amerika berlomba menawarkan berbagai menu dalam porsi besar. Porsi tersebut melebihi dari yang dianjurkan oleh USDA (United States Department of Agriculture). Rata-rata mengandung lemak jenuh dan sodium. Analisa ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Public Health Nutrition.

"Jika Anda makan di luar saat malam hari, Anda tidak akan menemukan hidangan yang menyehatkan." jelas Helen Wu, seorang peneliti sekaligus asisten analis kepada USA Today.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wu dan timnya mengevaluasi 28.433 jenis menu reguler dan 1.833 menu anak-anak di 245 restoran di Amerika pada bulan Februari dan Mei 2010. Sebagian besar makanan nilai gizinya di bawah rata-rata dari yang dianjurkan USDA yaitu sekitar 667 kalori.

Restoran yang telah dievaluasi tidak memenuhi standar. Kebanyakan mengandung lemak jenuh dan natrium. Pemerintah menganjurkan agar tidak boleh lebih dari 767 mg natrium dalam satu menu makanan.

Rata-rata sodium yang ada dalam satu bungkus makanan bisa mencapai 1.512 mg. Sementara jumlah lemak jenuh yang terkandung di dalamnya juga lebih di atas rata-rata sekitar 32 g. Namun jumlah kalorinya masih sesuai dari yang dianjurkan yaitu sekitar 674 kkal.

Peneliti juga melaporkan, bahwa hidangan pembuka yang disajiakan di restoran ternyata mengandung kalori, lemak dan sodium yang jumlahnya lebih tinggi dari menu utama.

Beberapa restoran di Amerika telah mencantumkan nilai nutrisi dalam setiap produknya secara online. "Restoran yang membuat informasi nilai gizi akan mudah diakses melalui situs online. Mereka akan mencantumkan produk rendah lemak jenuh dan rendah natrium dari tiap menu yang ditawarkan. Namun informasi yang diberikan hanya berdasarkan permintaan," tambah peneliti.

(dyh/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads