Peneliti dari Oregon Health and Sciences University menyelidiki wabah yang baru-baru ini terjadi pada 17 anggota tim sepak bola putri saat menghadiri sebuah turnamen di Washington. Salah satu dari mereka terkena virus sebelum turnamen, yang dirasakan adalah muntah-muntah disertai diare. Akhirnya ia tidak bisa mengikuti turnamen dan dibawa pulang kerumahnya.
Meskipun penularannya tidak kontak langsung, pelatih dan pemain juga tertular dan jatuh sakit. Sebuah tas belanja plastik bekas menaruh muntahan masih tersimpan di kamar mandi. Menurut penelitian yang hasilnya sudah tercatat dalam Journal of Infectious Diseases menyatakan bahwa, tas belanja itu adalah penyebab utama tersebarnya virus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus bisa tercemar melalui cookie, karena pertikel dari kotoran bisa menguap melalui udara. Virusnya juga kan menempel berminggu-minggu di lantai. Penularan virus melalui benda mati memang sudah lama diketahui dan dilaporkan.
Memakai tas belanja yang ramah lingkungan memang bisa digunakan kembali untuk menaruh belanjaan, meskipun tidak baik untuk kesehatan. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010, menemukan bahwa sebanyak 97 persen tas belanja mencemarkan bakteri E-coli, dan para pembeli harus selalu mencuci belanjaannya.
Jika ingin menggunakannya lagi bisa mencuci tas belanja dengan air hangat yang dicampur dengan deterjen. Keringkan dan simpan dalam lemari. Setelah itu tas bisa dipakai kembali layaknya seprei atau handuk.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN