Sebuah penelitian mengungkap penyebab lain terjadinya dehidrasi. Para peneliti di Sheffield Inggris, melibatkan 450 responden anak-anak. Hasilnya ditemukan sebanyak 60 persen anak mengalami dehidrasi. Hal ini disebabkan karena mereka tidak minum air yang cukup setelah sarapan.
Sebuah tim dari University of Sheffield Medical School, memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak sebelum berangkat kesekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pada penelitian yang dilakukan di Perancis dan Amerika Serikat, menunjukkan bahwa sebanyak 62,2 persen anak-anak secara tida-tiba mengalami dehidrasi saat tiba disekolah.
Penelitian tersebut sangat berkaitan dengan temuan penelitian di Inggris meskipun angka dehidrasinya lebih tinggi. Untuk anak laki-laki yang mengalami dehidrasi sebanyak 68,4 persen sedangakn anak perempuan sebanyak 53,5 persen.
Anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi dibandingkan orang dewasa, hal ini akan sangat mempengaruhi berat badannya. Kepekaan anak-anak terhadap arasa haus masih sangat kurang, terkadang mereka tidak akan meminta minum juka tidak benar-benar merasa haus. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menghindari terjadinya dehidrasi pada anak mereka.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencegah dehidrasi pada anak. Kami juga akan mendorong orang tua untuk memastikan jumlah air yang diminum anak mereka saat sarapan," tambah Prof Friedlander.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN