Saat anak mulai dikenalkan pada makanan pendamping ASI, orang tua biasanya langsung berstrategi menyusun menu sehat bagi sang anak. Dari kacang-kacangan, sayuran, hingga protein hewani yang diatur agar memenuhi kebutuhan gizi anak.
Di sisi lain, para peneliti malah menemukan fakta jika hal tersebut malah tak mempengaruhi dan mengubah pola makan orang tuanya. Dr. Helena Laroche dari University of Iowa mengemukakan jika proses menjadi orang tua tidak selalu membuat para orang tua beralih memilih makanan yang lebih sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βFaktanya, asupan makanan yang diterima anak lebih baik dibandingkan dengan makanan yang dikonsumsi orang tua yang kesulitan mengurangi makanan berlemak dan nilai gizinya rendahβ, kata Dr. Laroche.
Penelitian ini dilakukan terhadap 2.563 orang usia dewasa, untuk melihat potensi resiko penyakit berbahaya. Penelitian dilakukan berdasarkan pantauan pola makan mereka.
Para peneliti menemukan jika ada perbedaan pola makan pada orang yang memiliki anak dan yang belum memiliki anak. Penurunan kadar lemak jenuh dalam tubuh orang yang belum memiliki anak sekitar 2.1 persen, dibandingkan para orang tua yang hanya berhasil menurunkan 1.6 persen lemak jenuh.
Dr. Laroche mengakui jika dibutuhkan penelitian lanjutan, namun edukasi bagi para orang tua adalah kuncinya. βMasa transisi menjadi orang tua bisa dimanfaatkan untuk mempelajari asupan sehat tak hanya untuk anak, namun juga dengan merubah pola makan untuk seluruh keluargaβ, jelasnya.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN