Sebuah studi baru yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa remaja yang mengenal junk food juga sangat mengenal logo restorannya. Mereka juga tidak menyadari, jika makan junk food dapat menyebabkan kegemukan hingga obesitas.
Penelitian ini melibatkan 3.342 responden remaja usia 15 sampai 23 tahun. Mereka diminta untuk menonton 20 gambar iklan restoran cepat saji di televisi. Saat itu merek restorannya dihapus oleh peneliti, jika benar-benar menyukainya maka mereka akan mengingat nama restorannya. Mereka juga disuguhkan 20 iklan minuman beralkohol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βRemaja yang mengenal iklan tersebut, mungkin sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak ini. Mereka sangat sensitif setiap tampilan yang dipertontonkan dan sangat sensitif terhadap iklan junk food.β ungkap James D. Sargent, MD, FAAP, seorang penulis penelitian.
Penelitian lebih lanjut juga masih diperlukan, untuk lebih memahami hubungan antara makanan cepat saji dengan obesitas. Selain itu penelitian iklan junk food yang dihubungkan dengan obesitas juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN