Konsumsi Lemak Jenuh Bisa Picu Pertengkaran Suami Istri

Konsumsi Lemak Jenuh Bisa Picu Pertengkaran Suami Istri

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Jumat, 27 Apr 2012 09:26 WIB
Foto: grist.org
Jakarta - Masak dan makan bersama pasangan dapat menjalin kemesraan. Asal saja makanan sehat yang dibuat. Sebuah penelitian telah mencari tahu hubungan antara makanan tinggi lemak jenuh dengan tingkat stres pada pasangan menikah.

Lemak jenuh banyak terdapat pada produk hewani dan produk olahan lainnya, seperti daging, keripik, dan susu. Lemak jenuh biasa disebut juga dengan lemak jahat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan bisa memicu penyakit jantung dan stroke.

Penelitian yang dilakukan oleh The Ohio State University Wexner Medical Center, melibatkan beberapa pasangan menikah. Semua responden diambil sampel darahnya setelah diberikan makanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Ohio State's Clinical Research Center.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu pasangan diberikan makanan tinggi lemak sedangkan yang lainnya diberikan makanan rendah lemak. Lalu mereka diminta menceritakan tingkat stres dalam perkawinan mereka. Mulai dari hal terkecil yang sering menimbulkan pertengkaran.

β€œApa yang Anda makan benar-benar dapat mempengaruhi perilaku Anda. Pada penelitian sebelumnya, setelah makan makanan berlemak, mereka mengalami perubahan yang besar pada hormon stres yang berhubungan dengan respons kekebalan tubuh.” ungkap Kiecolt-Glaser, yang etrlibat dalam penelitian ini.

Makanan berlemak juga menimbulkan masalah lain pada hubungan suami istri. Penelitian yang dilakukan bulan Maret lalu oleh Dartmouth Medical School menemukan bahwa lemak jenuh juga dikaitkan dengan kesuburan pada pria.

Penelitian yang dilakukan di klinik kesuburan ini melibatkan 99 pria. Mereka yang paling sering makan makanan berlemak jumlah spermanya lebih sedikit atau berkurang hingga 35 persen, dibandingkan dengan pria yang lebih sedikit konsumsi makanan berlemak.




(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads