Ilmuwan dari Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat, telah meneliti 716 partisipan berusia rata-rata 82 tahun. Mereka menggunakan alat yang dapat mencatat kegiatan sehari-hari. Mereka juga diberikan tes kognitif untuk mengukur kemampuan mengingat dan berpikir.
Setelah 3 tahun, sebanyak 71 partisipan studi mengidap Alzheimer. Ternyata, orang-orang yang paling tidak aktif berisiko lebih dari 2 kali lipat menderita gangguan otak tersebut dibanding orang yang paling aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Anne Corbett juga setuju dengan penelitian tersebut. βLatihan fisik rutin dapat mengurangi risiko dementia hingga 45%. Studi ini menegaskan bahwa hal-hal sederhana seperti memasak pun dapat berdampak baik,β kata manajer riset di Alzheimer's Society.
Kepala penelitian Alzheimer's Research Inggris memuji studi yang dimuat di jurnal Neurology ini. βKekuatan penelitian ini adalah menggunakan alat untuk mengukur aktivitas fisik sehari-hari, bukan dengan kuesioner yang sering tak bisa diandalkan,β ucap Dr. Simon Ridley.
Namun, diperlukan studi lanjutan untuk menjelaskan lebih jauh tentang hubungan antara aktivitas fisik dan menurunnya kemampuan kognitif.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN