Dokter Juga Perlu Belajar Masak

Dokter Juga Perlu Belajar Masak

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Senin, 16 Apr 2012 09:41 WIB
Foto:well.blogs.nytimes.com/nytimes.com
Jakarta - Belajar memasak mulai digemari oleh masyarakat. Kecuali orang dewasa, anak-anak juga perlu belajar memasak. Seperti seorang dokter di Amerika yang punya keterampulan memasak dan ingin mengajarkan pada seluruh anggota medis.

Dr. David M. Eisenberg, seorang profesor di Harvard Medical School dan Harvard School of Public Health tidak pernah jauh dari pisau dapaur kesayangannya. Kepandaiannya dalam memasak didapatkan dari Culinary Institute of America, di Greystone.

Di depan dokter anak, ahli endokrin, ahli gizi dan praktisi kesehatan lainnya, ia menunjukkan kebolehannya sekaligus mengajarkan masak. Tumis jamur shitake menjadi pilihan menu yang diajarakan. β€œIni bukan pertunjukkan bedah syaraf, ini adalah makanan lezat yang hangat dan mudah dibuat,” ujar Dr. Eisenberg saat memotong bawang putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun ayahnya seorang penjual roti di Brooklyn, ia juga berhasil mendirikan dapur sehat. Banyak dokter yang dapat mengatasi diabetes dan obesitas, namun banyak lulusan dari sekolah kedokteran yang sedikit tahu tentang zat gizi, termasuk memasak.

Dr. Eisenberg yang berumur 56 tahun ini, penuh gairah saat menjadi seorang juru masak di depan pekerja medis lainnya. Sewaktu kecil ia selalu menghabiskan akhir pekannya untuk membuat kue dari kayu manis, kacang-kacangan hingga menyemprotkan krim pada kue yang dijual di toko roti ayahnya.

Menurutnya, rasa juga masuk kedalam masalah kesehatan. Pekerja medis di Baylor College of Medicine di Houston juga telah belajar keterampilan memasak dari seorang koki. Seorang dokter di Chicago juga terinspirasi untuk membuat dapur sehat dan memasak sehat di dapur rumah sakit.

Seperti Dr. Jim Fox, seorang Dokter ahli jantung dari Traverse City, ia menerapkan cara seni rupa saat memasukkan bumbu masakan untuk membuat makanan sehat. β€œSaya ingin membantu pasien yang membutuhkan jasa saya,” ungkapnya. Saat acara berlangsung pada sesi keterampilan memotong sayuran, Dr. Kriston J. Kent, seorang ahli bedah plastik dari Nepal begitu antusias memotong kentang dan seledri.

Komitmen Dr. Eisenberg pada makanan sehat dimulai ketika ayahnya selalu membuat kue kayu manis dan berbau harum. Namun sejak usianya 10 tahun sang ayah meninggal dunia karena serangan jantung. Saat ini ia juga menginginkan untuk mengajarkan memasak di dapur-dapur sekolah medis, rumah sakit, universitas, sekolah umum dan pangkalan militer.

(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads