Makanan Manis Picu Penyakit Hati

Makanan Manis Picu Penyakit Hati

- detikFood
Kamis, 12 Apr 2012 09:29 WIB
Foto: lexculinaria.com
Jakarta - Selama ini, banyak yang mengira penyakit hati disebabkan oleh minuman beralkohol saja. Ternyata, makanan manis pun bisa jadi biang keladinya. Penyakit ini disebut sebagai penyakit hati non alkohol. Jadi cermatlah saat mengonsumsi makanan manis.

Seorang pria divonis punya sisa umur 10 tahun lagi karena penyakit liver atau hati. Ia mengetahui fakta mengejutkan tersebut saat berkonsultasi tentang jempol kakinya yang sakit, lalu diminta dokter melakukan tes darah.

Padahal, meski gemuk dan hobi ngemil, selama ini ia jarang bermasalah dengan kesehatan. Ia hanya minum sedikit alkohol di akhir pekan dan rajin berolahraga. Laki-laki berusia 50 tahun ini juga tidak merasakan gejala apapun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegemukan memang dapat memicu penyakit hati. Dr. Ashley Brown, spesialis hati dari St. Mary's Hospital di London, Inggris, menjadikan foie gras sebagai contoh. β€œMakanan ini dibuat dengan memasukkan makanan secara paksa ke mulut angsa sampai hatinya bengkak. Kurang lebih hal yang sama terjadi pada manusia,” jelasnya.

Ketika berat badan bertambah, tubuh kita akan kurang peka terhadap insulin. Akibatnya asupan gula disimpan sebagai lemak di hati. Organ ini jadi tidak bisa berfungsi normal, padahal perannya sangat penting. Misalnya, mencerna makanan, membersihkan tubuh dari infeksi, serta menetralkan racun. Disfungsi hati bisa menyebabkan cirrhosis, kanker, dan stroke.

Penyakit ini tidak hanya menyerang orang yang banyak meminum alkohol atau mengalami obesitas. Orang yang kelebihan berat badan, pernah gemuk, tidak pernah meminum alkohol, bahkan anak-anak juga berisiko jika terdapat lemak di organ tubuh mereka. Selain itu, orang yang kolesterolnya tinggi, hipertensi, atau mengidap diabetes tipe 2 juga berpotensi terkena penyakit lemak hati.

Sayangnya, gejala penyakit hati seringkali tidak kentara. Berbeda dengan peminum alkohol yang sadar akan risiko penyakit hati, orang gemuk baru merasakan ciri-cirinya ketika berusia 40-50 tahun dan sudah terlambat. β€œUmumnya penyakit ini baru terdeteksi setelah melakukan screening atau tes darah,” ujar Dr. Ashley kepada Daily Mail.

Kabar baiknya, penyakit hati dapat disembuhkan dengan menurunkan berat badan dan berolahraga. Pria yang didiagnosis tinggal berumur 10 tahun lagi itupun mengubah gaya hidupnya. Ia lebih rajin berolahraga dan berhenti minum alkohol. Ia juga mengganti makanan yang mudah dikonversi menjadi gula dengan santapan berbahan gandum utuh.

Selama 6 bulan, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 9 kg. Setelah diperiksa, organ hatinya juga tidak bermasalah.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads