Berdasarkan berita yang dilansir Daily Mail, konsumsi cokelat global akan naik sebanyak 25% dalam 8 tahun ke depan. Artinya, permintaan akan bertambah hingga 5 juta metrik ton di tahun 2020. Padahal, di tahun ini saja, persediaan cokelat diperkirakan akan berkurang.
Apa penyebabnya? Menurut Andrew Pederson, Global Chocolate Manager untuk Mars, Inc., tanaman cokelat sudah banyak yang tua, rapuh, dan hasil panennya sedikit. βHal ini disebabkan oleh petani yang kurang peralatan dan pelatihan,β ujar Andrew kepada ABC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi masalah ini, para ilmuwan berusaha mengembangkan jenis pohon kakao baru dengan mencangkok dari beberapa tanaman kakao berbeda. Sayangnya, butuh waktu bertahun-tahun untuk memperoleh keturunan yang bagus. Keberhasilannya pun tidak dijamin.
βSetelah ditanam, perlu 4 tahun hingga pohon menghasilkan biji kakao yang dapat diproses,β ujar Fredy Pinchi Pinchi, ilmuwan yang bekerja di hutan Amazon untuk melakukan misi tersebut. βSementara itu, banyak orang tergantung pada kakao,β tambah Fredy kepada Wall Street Journal.
Menurut ABC, setiap tahun permintaan naik 2.5-3% atau sama dengan 4 juta ton. Saat ini, selisih stok dengan permintaan sebesar 71,000 metrik ton. Dengan kekurangan ini, harga kakao internasional diramalkan bisa naik dalam waktu 6 bulan.
Dr Peter Laderach dari International Center for Tropical Agriculture menyebutkan bahwa cokelat bisa jadi barang mewah. βPermintaan terus bertambah, sedangkan pemanasan global membuat tanah yang cocok ditanami cokelat semakin berkurang. Akibatnya, harga cokelat bisa naik,β ujar Dr Peter kepada The Telegraph.
Sekarang saja, harga cokelat di lantai perdagangan sudah naik 10% menjadi Rp 29 juta per ton akibat gejolak politik di Afrika Barat. Cadbury dan Nestle juga sudah menaikkan harga produk andalannya seperti Dairy Milk dan Kit Kat hingga 7%. Namun, bila harga naik, pertumbuhan permintaan akan melambat, sehingga target 5 juta metrik ton kakao per tahun tidak diperlukan.
Bagaimanapun juga, pihak industri dan pengamat pasar masih berharap varietas tanaman kakao baru dapat ditemukan agar pasokan aman dan harga cokelat tetap terjangkau.
Fredy pun optimis ia dan rekan-rekannya dapat menghasilkan pohon yang bagus sebelum harga cokelat menjadi mahal. βAmazon adalah tempat asal kakao. Banyak diversitas tanaman di sini, sehingga kami punya banyak pilihan,β ucap Fredy yakin.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN