Menurut prediksi World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 2,3 miliar orang dewasa yang akan mengalami kelebihan berat badan di tahun 2015. Sekitar 700 juga diantaranya akan terkena obesitas. Obesitas kini sudah menjadi permasalahan penting dunia. Tidak hanya Amerika yang berperang terhadap obesitas, Inggris pun sedang melakukan hal yang sama.
Berbeda dengan kampanye obesitas Michelle Obama, Inggris memerangi obesitas dengan cara merangkul perusahaan pembuat makanan dan minuman. Untuk itu pemerintah mengambil langkah dengan merangkul perusahaan makanan dan minuman terkemuka. Seperti Asda, Mars, Tesco, Subway dan yang terakhir Coca Cola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir 2014, mereka berencana mengurangi jumlah rata-rata kalori per liter untuk berbagai minuman ringan sebesar 5%. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan soda raksasa tersebut akan berfokus untuk meningkatkan penjualan Diet Coke dan Coca Cola Zero. Mereka juga akan bekerjasama dengan pengecer untuk menyukseskan target mereka.
Keputusan yang diambil Coca Cola Inggris dilakukan atas kesepakatan dengan Public Health Responsibility Deal milik pemerintah Inggris. Dengan mengurangi asupan kalori diharapkan pemerintah dan perusahan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi masalah kelebihan berat badan.
Inggris termasuk dalam salah satu daftar teratas negara yang penduduknya memiliki masalah obesitas di Eropa. 60% diantaranya dialami oleh orang dewasa dan selebihnya diderita anak-anak dan remaja.
Pemerintah Inggirs berharap dengan melakukan inisiatif tersebut, dapat mengurangi konsumsi kalori secara total penduduk yaitu sekitar 5 miliar kalori sehari. PepsiCo Inggris dan Irlandia juga mendukung kesepakatan yang sama terutama untuk produk makanan seperti keripik yang gurih.
Para produsen makanan telah berjanji untuk membantu memangkas kadar natrium dalam keripik kentang dalam membantu pemerintah memenuhi target mengurangi asupan garam per kapita pada akhir 2012.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN