Inggris Rangkul Perusahaan Makanan dan Minuman Perangi Obesitas

Inggris Rangkul Perusahaan Makanan dan Minuman Perangi Obesitas

- detikFood
Senin, 02 Apr 2012 09:33 WIB
Foto: www.healthspablog.org
Jakarta - Beberapa perusahaan makanan dan minuman di Inggris berhasil mencapai kata sepakat. Mendukung langkah pemerintah dalam memerangi obesitas. Mereka bersedia menurunkan asupan kalori dalam produk makanan dan minuman.

Menurut prediksi World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 2,3 miliar orang dewasa yang akan mengalami kelebihan berat badan di tahun 2015. Sekitar 700 juga diantaranya akan terkena obesitas. Obesitas kini sudah menjadi permasalahan penting dunia. Tidak hanya Amerika yang berperang terhadap obesitas, Inggris pun sedang melakukan hal yang sama.

Berbeda dengan kampanye obesitas Michelle Obama, Inggris memerangi obesitas dengan cara merangkul perusahaan pembuat makanan dan minuman. Untuk itu pemerintah mengambil langkah dengan merangkul perusahaan makanan dan minuman terkemuka. Seperti Asda, Mars, Tesco, Subway dan yang terakhir Coca Cola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dilansir dari AFP-Relaxnews, Coca Cola Inggris akan mengurangi asupan kalori di beberapa produk soft drink miliknya hingga 30%. Meski dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya mereka telah memangkas kalori pada produk minumannya seperti Fanta sebesar 30%, Oasis sebesar 35%, dan lilt sebesar 56%.

Akhir 2014, mereka berencana mengurangi jumlah rata-rata kalori per liter untuk berbagai minuman ringan sebesar 5%. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan soda raksasa tersebut akan berfokus untuk meningkatkan penjualan Diet Coke dan Coca Cola Zero. Mereka juga akan bekerjasama dengan pengecer untuk menyukseskan target mereka.

Keputusan yang diambil Coca Cola Inggris dilakukan atas kesepakatan dengan Public Health Responsibility Deal milik pemerintah Inggris. Dengan mengurangi asupan kalori diharapkan pemerintah dan perusahan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi masalah kelebihan berat badan.

Inggris termasuk dalam salah satu daftar teratas negara yang penduduknya memiliki masalah obesitas di Eropa. 60% diantaranya dialami oleh orang dewasa dan selebihnya diderita anak-anak dan remaja.

Pemerintah Inggirs berharap dengan melakukan inisiatif tersebut, dapat mengurangi konsumsi kalori secara total penduduk yaitu sekitar 5 miliar kalori sehari. PepsiCo Inggris dan Irlandia juga mendukung kesepakatan yang sama terutama untuk produk makanan seperti keripik yang gurih.

Para produsen makanan telah berjanji untuk membantu memangkas kadar natrium dalam keripik kentang dalam membantu pemerintah memenuhi target mengurangi asupan garam per kapita pada akhir 2012.





(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads