Hmm...Aroma Sedap Makanan Bikin Diet Sukses!

Hmm...Aroma Sedap Makanan Bikin Diet Sukses!

- detikFood
Kamis, 22 Mar 2012 16:43 WIB
Foto: blog.friendseat.com
Jakarta - Saat mencium aroma mentega dan vanila, perut kita jadi lapar. Meski tidak lapar, kita pasti tergoda untuk mencicipinya. Namun, sebuah studi justru menunjukkan fakta aroma yang kuat justru membuat orang makan lebih sedikit.

Institute Food and Nutrition in The Netherlands meneliti 10 orang berusia 26-50 tahun. Custard vanila disalurkan ke mulut mereka dengan pompa. Secara bersamaan, intensitas aroma yang bervariasi disemprotkan ke belakang hidung dan tenggorokan. Mereka melakukannya sebanyak 30 kali.

Partisipan dapat mengontrol seberapa banyak 'semprotan' dengan menekan tombol. Dengan begitu, peneliti dapat menghitung berapa kali mereka 'menyuapkan' custard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata, semakin kuat aromanya, semakin kecil suapannya. Partisipan mengonsumsi makanan 5-10% lebih sedikit ketika bau makanan tercium kuat. Sebaliknya, jika aromanya tidak ketara, mereka akan menyantap lebih banyak.

β€œTubuh memiliki mekanisme pengaturan otomatis. Kita makan lebih sedikit untuk menghindari sensasi yang terlalu kuat,” jelas Dr. Rene de Wijk, penulis studi ini, kepada TIME Healthland. Selain itu, secara tidak sadar, aroma kuat akan membuat kita menganggap makanan tersebut kaya kalori dan lebih kental, sehingga lebih mengenyangkan.

Jika penelitian yang dimuat di jurnal Flavour ini bisa diterapkan di semua makanan, maka aroma kuat dinilai dapat membantu diet. Hidangan berkalori tinggi bisa dibuat lebih beraroma agar kita memakannya sedikit-sedikit. Dengan cara ini, kita akan lebih cepat kenyang, sehingga jumlah makanan yang kita santap akan lebih sedikit. Berat badanpun jadi lebih terkontrol.



(Odi/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads