Sayuran Tercemar Tingkatkan Resiko Kanker Payudara

Sayuran Tercemar Tingkatkan Resiko Kanker Payudara

- detikFood
Kamis, 22 Mar 2012 09:52 WIB
Foto: freeimagemasters.com
Jakarta - Penyakit kanker masih menjadi penyakit mematikan. Konsumsi bahan makanan segar merupakan salah satu solusi pencegahannya. Namun, bagaimana jadinya jika makanan tersebut justru dapat memicu resiko kanker.

Sebuah studi baru membuktikan bahwa bahan kimia lingkungan bisa memberikan efek negatif untuk tubuh yaitu dapat menyebabkan resiko kanker payudara. Hasil penemuan ini diperkuat dengan data laporan kesehatan terjadinya peningkatan penderita kanker payudara.

Logam berat seperti cadmium merupakan zat karsinogen yang larut didalam tanaman. Berasal dari pupuk, kotoran atau cairan yang masuk kedalam lahan pertanian. Biasanya melekat pada biji-bijian, kentang, sayuran dan tanaman lainnya. Selain menempel pada tanaman pertanian, logam ini juga bisa menyebar melalui udara saat makanan dimasak dengan cara dibakar, dan kemudian akan terhirup langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi baru yang diumumkan oleh American Assn. For Cancer Research, menemukan bahwa sebanyak 21% dari 55.987 responden wanita, mengalami kanker payudara. Hal tersebut dikarenakan para responden menghirup atau makan makanan yang mengandung zat cadmium.

Studi ini juga menemukan bukti baru, bahwa bahan kimia lingkungan ini juga memberikan efek buruk lainnya. Dapat mengganggu produksi hormon esterogen pada wanita dan dapat menyebabkan resiko kanker lainnya, yaitu kanker endometrium.

Setiap tahun, sekita 230.000 wanita di Amerika Serikat didiagnosa menderita kanker payudara. Namun diagnosa ini juga terus meningkat setiap tahunnya diseluruh dunia. Pada tahun 2010 data penderita kanker payudara mencapai 1,6 juta orang.

Menurut para peneliti tidaklah mudah menghubungkan cadmium yang menempel pada biji-bijian dan sayuran dengan resiko kanker payudara. Tetapi bagi wanita yang selalu mengkonsumsi biji-bijian dan sayuran jangan khawatir, Anda bisa mencuci bersih sayuran sebelum mengolah dan memakannya.



(Odi/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads