Buah ini tergolong dalam suku Meliaceae ini, berasal dari Asia Tenggara. Beberapa negara seperti Vietnam, Burma, India, dan Australia, mulai mengembangkan budidaya tanaman buah ini. Duku yang juga dikenal Lansium domesticum, di Indonesia punya nama yang berbeda, misalnya di Lampung disebut rasak, Maluku bernama lasa, Aceh dan Sumut, lancat, Bali,ceroring dan Jawa (duku/dukuh).
Duku tumbuh menggantung pada batang. Pohonnya berukuran sedang dan tingginya mencapai 30 meter. Buahnya bulat memanjang dengan ukuran sekitar 2-7 cm. Daging buahnya berwarna putih pucat dan berbiji kecil. Tekstur lembut dan manis ketika masak sangat mudah dikunyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duku kaya akan mineral dan zat besi, dibandingkan dengan apel dan jeruk manis. Dalam 100 gram buah duku mengandung 63 kkal energi, 1 gr protein, 16,1 gr karbohidrat, 0,9 mg zat besi dan 9 mg Vitamin C. Juga mengandung serat yang dapat melancarkan sistem pencernaan, mencegah kanker kolon dan membersihkan radikal bebas penyebab kanker.
Selain daging buah, kulit dan bijinya juga bermanfaat untuk menyembuhkan diare, malaria, obat cacing dan menurunkan demam. Untuk mengatasi cacingan dan demam, biji duku yang rasanya pahit bisa ditumbuk dan dicampur air, lalu diminum. Kulit buah duku yang dikeringkan dan dibakar bermanfaat untuk mengusir nyamuk.
Meskipun berbuah setahun sekali, saat musim duku seperti sekarang, selalu diburu banyak orang. Selain cukup mudah didapat, harganya juga terbilang murah. Jika merasa bosan memakannya dengan segar, Anda dapat mengolahnya menjadi sirup, puding, dodol, permen hingga campuran kue.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN