Pengurangan Kalori Bisa Turunkan Gejala Asma

Pengurangan Kalori Bisa Turunkan Gejala Asma

- detikFood
Selasa, 06 Mar 2012 10:09 WIB
Foto: healthmeup.com
Jakarta - Mengonsumsi sedikit kalori punya banyak keuntungan. Selain mengecilkan lingkar perut, pola makan ini juga bisa menurunkan risiko asma. Tidak hanya itu, penyakit serius seperti kanker payudara dan Alzheimer pun dapat dicegah.

My Health News Daily mencatat salah satu presentasi pada pertemuan tahunan American Association of the Advancement of Science. Mark Mattson, neuroscientist di National Institute of Aging Baltimore, mengemukakan beberapa penelitian terkait manfaat pembatasan kalori bagi pencegahan penyakit.

Berdasarkan riset di International Journal of Obesity tahun lalu, Mark dan rekannya menemukan bukti bahwa pembatasan kalori dapat menekan risiko kanker. Respondennya adalah wanita-wanita dengan berat badan berlebih dan punya riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 6 bulan, mereka hanya mengonsumsi 75% dari jumlah kalori harian yang diperlukan untuk menurunkan berat badan. Ternyata, hormon dan peradangan mereka berkurang. Hal ini dapat menekan risiko kanker payudara.

Sebelumnya, Mark juga meneliti 10 partisipan gemuk yang menderita asma. Mereka diminta mengonsumsi 500-600 kkal kalori setiap dua hari sekali. Saat sedang tidak diet, mereka bebas memakan apapun yang mereka suka. Setelah 8 minggu, mereka mengaku dapat bernafas dengan lebih mudah dan lebih mampu mengendalikan gejala asma dibanding sebelum menjalankan diet.

Pola makan ini juga berfungsi mengurangi kerusakan syaraf setelah stroke pada hewan percobaan. Pada tahun 2008, sebuah studi menunjukkan bahwa tikus yang berpuasa secara selang-seling (dua hari sekali) lebih cepat pulih dari cedera di syaraf tulang belakang. Namun, efek ini hanya terjadi pada hewan yang relatif masih muda.

Selain itu, pada tikus yang menderita Alzheimer, kelompok yang dibatasi asupan kalorinya mampu mengerjakan tes memori lebih baik daripada yang tidak. Kadar amyloid beta protein di otak mereka menjadi lebih rendah. Protein ini berkumpul di otak penderita Alzheimer dan diduga menjadi biang penyakit tersebut.

Menurut Mark, otak mirip dengan otot. Keduanya harus sering dilatih. β€œMengurangi asupan kalori harian membuat sel-sel otak stres dan 'melatihnya', sehingga dapat mencegah Alzheimer,” ujar Mark. Pembatasan kaloripun terbukti dapat meningkatkan kadar BDNF. Protein ini diyakini membantu pertumbuhan sel-sel otak baru.

Mark yang menjalankan pola makan tersebut hanya akan merekomendasikan pembatasan kalori kepada orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan. Pasalnya, belum ada riset yang menunjukkan manfaat serupa bagi orang-orang kurus.



(Odi/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads