Hasil laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberi kabar baik. Anak-anak di Amerika sudah mengurangi konsumsi gula tambahan yang berasal dari makanan kemasan. Selain itu kabar buruknya, konsumsi gula tambahan pada anak usia dibawah 18 tahun masihh terlalu tinggi.
Pada tahun 1999 dan 2000, CDC Juga menemukan bahwa remaja antara usia 12 dan 17 tahun mengkonsumsi 22 persen gula tambahan. Gula ini ada pada biskuit, sereal, softdrink, permen dan makanan kemasan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan anak mendapatkan sekitar 322 kalori per hari berasal dari gula tambahan. Untuk anak perempuan antara usia 12 dan 19 tahun, rata-rata mengkonsumsi 442 kalori dari gula tambahan per hari dibandingkan anak laki-laki.
Orang tua juga perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak mereka. Misalnya minuman kemasan seperti softdrink banyak mengandung gula buatan. Pejabat kesehatan di Amerika menyebutkan gula tambahan pada makanan dan minuman kemasan mengandung 59 persen kalori dan gula lebih banyak.
βJika sudah mengkonsumsi softdrink sebaiknya jangan makan makanan manis lagi, seperti biskuit, sereal dan muffin. Banyak makanan olahan yang ditambahkan gula,β ujar Cynthia Ogden, seorang senior penulis laporan epidemiologi di National Center for Health Statistics.
Berdasarkan berita yang dilansir dari HuffingtonPost, Paul Pestano seorang analis penelitian di National Center for Health Statistics, mengatakan bahwa WebMD meminta kepada para peneliti agar para orang tua dapat membantu anak mereka untuk mengurangi asupan gula tambahan. Dengan membatasi makanan kemasan seperti, permen, selai, sirup, sereal manis dan lainnya.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN