Autisme merupakan suatu gangguan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi, perilaku, gangguan sensorik dan motorik, perkembangan terlambat atau tidak normal. Gangguan tersebut diderita seseorang sejak lahir atau saat batita. Hal tersebut disebabkan karena protein pada gluten dan casein tidak bisa dicerna dengan sempurna dan menghasilkan peptida protein yang mirip morphin.
Banyak orang tua yang membawa anaknya mengikuti terapi autisme, seperti terapi wicara, okupasi terapi, dan terapi utnuk mengubah perilaku. Namun tidak hanya itu yang harus dilakukan, menghindari makanan mengandung gluten juga diperlukan untuk mengurangi gejalanya. Selain gluten, juga harus menghindari makanan yang mengandung casein seperti produk olahan susu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, mereka yang menjalani diet bebas makan gluten dan kasein, mengalami peningkatan gejala lainnya seperti daya tanggap rendah, kontak mata kosong, dan rentang perhatian. βBeberapa ahli telah menyarankan untuk membatasi konsumsi gluten dan casein yang dapat menurunkan respon imun pada anak mereka,β ujar seorang peneliti Christine Pennesi.
Anak-anak dengan autis juga mengalami masalah dalam pencernaan yang akan sulit mencerna protein susu. Penelitian yang dilakukan Mailman School of Public Health di Columbia University, menemukan bakteri pada usus anak-anak autis yang berbeda dengan anak non-autistik.
Peneliti juga akan menerapkan pada orang tua untuk tidak memberikan roti, mie, gandum, pasta, kacang-kacangan dan makanan mengandung gluten lainnya pada anak mereka yang mengalami gejala atau menderita autis. Meskipun temuan ini bersifat positif, penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan.
(/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN