Dalam raw food diet, semua bahan makanan diolah tanpa melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Jika benar-benar harus dimasak, suhunya tak boleh lebih dari 45 C. Makanan yang dikonsumsi antara lain kacang-kacangan, buah kering, buah dan sayur segar, jus, makanan organik, rumput laut. Bagi yang memakan daging, masih bisa mengonsumsinya berupa daging dan ikan mentah.
Keunggulan raw food diet pertama kali diungkapkan oleh seorang ahli fisika asal Swiss, Max Bircher-Benner di abad ke 18. Diet dengan makan makanan mentah dipercaya mampu memaksimalkan nutrisi dari bahan-bahan makanan. Proses memasak, apalagi dengan suhu tinggi bisa menghilangkan kandungan enzim dan nutrisi alami yang dikandungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi yang terbiasa makan makanan yang dimasak, diet makanan mentah terlihat membosankan. Namun kini, telah banyak resep-resep lezat yang tak memerlukan proses pemasakan. Mulai dari smoothies, salad, hingga pizza dan aneka cake yang bisa ditemui dalam sejumlah situs resep masakan.
Untuk mengolah makanan mentah, diperlukan beberapa macam alat dapur seperti blender, termometer, juicer, food processor, juga spiral slicer. Untuk mengolah kacang-kacangan dan bahan makanan yang keras, dapat merendamnya terlebih dahulu hingga lunak.
Namun tetap ada pro dan kontra bagi diet ini. Raw food diet diklaim sangat merepotkan karena membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk mengolah makanan. Tanpa proses pemasakan, dikhawatirkan pestisida dan kandungan berbahaya pada buah dan sayur tak bisa hilang. Selain itu, dibutuhkan kemauan yang keras agar bisa tetap bertahan dengan diet yang dijalani. Mau coba?
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN